TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin belakangan disorot karena sempat hilang tak ada kabar.
Kang Jenal Mutaqin atau Kang JM mendadak tak kunjung menghadiri acara-acara atau kegiatan Pemkot Bogor.
Hilangnya Kang JM bahkan terjadi hampir tiga minggu terakhir sejak terakhir kali terlihat pada 16 Februari 2026.
Termasuk acara kemeriahan Cap Go Meh 2026 pada Selasa (3/3/2026) malam yang juga tak terlihat dihadiri JM.
TribunnewsBogor.com pada Rabu (4/3/2026) sempat mendatangi kediaman Kang JM di wilayah Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.
JM tinggal di sebuah blok perumahan yang dijaga petugas keamanan.
Rumah JM terpantau berupa rumah tingkat dua lantai bercat putih.
Terpantau di teras rumahnya terdapat beberapa motor trail yang nyaris tak terlihat karena pagar rumah tertutup.
Di area parkir depan rumahnya terdapat mobil putih yang terparkir.
Baca juga: Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin Tetap Digaji dan Dapat THR ? Kini Bolos Kerja Berhari-hari
Area parkir mobil ini menyatu dengan area parkir yang hampir membentuk lingkaran dikelilingi rumah-rumah lainnya.
Yang membedakan rumah Kang JM dengan rumah lainnya di perumahan itu adalah pos penjagaan khusus.
Tepat di depan rumah Kang JM ada pos kecil diisi petugas Satpol PP yang ditugaskan.
Saat ditemui TribunnewsBogor.com, petugas menyebut bahwa Kang JM sedang tidak di rumah.
"Bapaknya gak ada, lagi di luar," kata petugas saat ditemui TribunnewsBogor.com, Rabu (4/3/2026).
"Bapak lagi di kantor," imbuh petugas.
Sayang TribunnewsBogor.com belum diperkenankan mengambil gambar suasana rumah Kang JM ini.
Sebab Kang JM dan ajudannya masih berada di luar, dan TribunnewsBogor.com diarahkan untuk meminta izin dulu kepada yang bersangkutan.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim angkat suara terkait keberadaan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
Jenal Mutaqin sendiri saat ini sudah lama tidak hadir di Balai Kota Bogor maupun di giat Pemkot Bogor.
Kata Dedie Rachim, JM sapaan akrab Jenal Mutaqin mengalami sakit.
"Pak Wakil Walikota sedang dalam keadaan sakit. Insyaallah, per hari ini atau dalam waktu dekat sudah bisa masuk kembali," kata Dedie Rachim kepada wartawan, Rabu (4/3/2026) di Balai Kota Bogor.
Dedie Rachim melanjutkan, berdasarkan informasi medis yang diterimanya, JM mengalami sakit cukup serius.
Untuk sakit yang dideritanya yakni asam urat serta adanya penurunan fungsi ginjal.
"Dikonfirmasi bahwa beliau sakit asam urat dan ada potensi menurunnya fungsi ginjal. Seharusnya ini memang tidak boleh dipublikasikan secara mendalam, namun ini untuk menjawab pertanyaan rekan-rekan," ujarnya.
Dedie Rachim memastikan, komunikasi dengan JM sampai saat ini lancar.
Selain itu juga, tidak ada kendala apapun di roda pemerintahan Pemkot Bogor.
"Terkait komunikasi tetap lancar, tidak ada kendala dalam koordinasi pekerjaan," tandasnya.