TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Upaya memperkokoh akses layanan medis di tingkat lokal kembali ditegaskan oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. Pada Rabu, 4 Maret 2026, ia meresmikan pengoperasian 31 unit mobil ambulans yang disiapkan untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bandung.
Pengadaan armada tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Tanggap Darurat yang digagas PKB Jawa Barat. Program ini dirancang untuk memangkas waktu respons dalam situasi kegawatdaruratan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat hingga ke pelosok.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II, Cucun menyampaikan bahwa kehadiran ambulans ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus bentuk tanggung jawab atas amanah yang diberikan masyarakat kepada para kader partai, baik yang bertugas di legislatif maupun eksekutif.
Jika di sejumlah daerah distribusi ambulans dilakukan berdasarkan rasio per daerah pemilihan, Kabupaten Bandung memilih pendekatan berbeda. Setiap kecamatan mendapatkan satu unit, sehingga jangkauan layanan menjadi lebih merata dan tidak terpusat.
Total 31 kendaraan tersebut akan melayani 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung. Pengelolaannya dipercayakan kepada Pengurus Anak Cabang di masing-masing wilayah agar koordinasi dengan warga dapat berjalan lebih efektif dan responsif.
Untuk mempermudah akses, nomor telepon pengemudi ambulans akan dipublikasikan melalui media sosial. Skema ini diharapkan membuat masyarakat dapat segera menghubungi petugas ketika membutuhkan pertolongan.
"Kami siapkan setiap kecamatan satu ambulans. Mereka akan hadir terus di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan," tuturnya.
"Ini adalah hasil kolaborasi dari seluruh kader yang saat ini diberikan anugerah mandat sebagai anggota legislatif maupun eksekutif," sambungnya.
Cucun menekankan bahwa layanan tersebut tidak diperuntukkan bagi kelompok tertentu saja. Ambulans disediakan sebagai fasilitas publik yang bisa dimanfaatkan siapa saja di wilayah Kabupaten Bandung.
Warga tanpa melihat latar belakang apa pun dapat menggunakan layanan ini tanpa dipungut biaya, khususnya dalam kondisi darurat atau saat terjadi kecelakaan yang memerlukan penanganan cepat.
"Ini untuk seluruh masyarakat. Siapa pun yang membutuhkan, bahkan jika terjadi kecelakaan di wilayah Kabupaten Bandung, mobil ini akan langsung meluncur untuk menyelamatkan dan memberikan penanganan secara cepat," tambahnya.
Menjelang periode arus mudik, kesiapsiagaan armada turut menjadi perhatian. Ambulans-ambulans tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat selama perjalanan.
Cucun juga telah meminta Sekretaris DPC untuk menyusun pengaturan teknis operasional. Tujuannya agar kendaraan berada dalam posisi siaga di sepanjang jalur mudik yang melintasi wilayah Bandung, sehingga para pemudik dapat memperoleh pertolongan segera apabila dibutuhkan.
Inisiatif ini diharapkan mampu menjembatani keterbatasan sarana kesehatan, khususnya di kawasan yang aksesnya masih terbatas. Dengan distribusi merata hingga tingkat kecamatan, waktu tanggap terhadap kebutuhan medis darurat di Kabupaten Bandung diharapkan semakin singkat dan efektif.