Gelombang Penolakan terhadap Turis Yahudi-Israel Menguat di Eropa, Satu Orang Patah Hidung
SERAMBINEWS.COM - Sejumlah insiden terjadi di beberapa negara Eropa dalam beberapa hari terakhir, mulai dari penyerangan terhadap turis Yahudi di Italia hingga penolakan terhadap turis Israel di Polandia.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Iran, Ini Makna di Balik Nama Mojtaba, Simbolis Kekuasaan
Dua turis muda Yahudi asal Argentina menjadi korban penyerangan di Milan, Italia, Minggu malam waktu setempat (1/4/2026).
Salah satu korban dilaporkan mengalami patah tulang hidung akibat dipukul di bagian wajah.
Kedua turis tersebut baru saja selesai berbelanja ketika mereka dihampiri dan dikelilingi oleh sekitar sepuluh pemuda yang disebut berasal dari Afrika Utara.
Menurut laporan media Italia seperti Corriere della Sera, Repubblica, Il Giorno, dan Libero, insiden bermula dari penghinaan verbal.
Baca juga: Iran Serang Gedung CIA Amerika Serikat Pakai Drone
Kedua korban yang mengenakan kippah, penutup kepala tradisional Yahudi, disebut dihina dengan kata-kata bernada antisemit.
Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi kekerasan fisik.
Salah satu korban, seorang pemuda berusia 19 tahun, berusaha melawan sebelum akhirnya dipukul setidaknya satu kali di bagian wajah.
Akibat pukulan tersebut, ia mengalami patah tulang septum hidung.
Ambulans dan petugas Carabinieri dari unit Radiomobile segera tiba di lokasi setelah menerima laporan.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit San Carlo untuk mendapatkan perawatan medis dan dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan.
Baca juga: Gelombang Serangan ke-16 Iran Hancurkan Kota Besar Israel, Pasukan Darat IRGC Turun ke Medan Perang
Sementara itu, aparat kepolisian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, termasuk di kawasan yang dikenal memiliki komunitas Yahudi, seperti Via Bartolomeo d'Alviano dan Viale San Gimignano.
Namun, para pelaku belum berhasil ditemukan.
Penyelidikan kini difokuskan pada analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi serta pemeriksaan data menara seluler di wilayah tersebut untuk mengidentifikasi pelaku.
Serangan ini menuai kecaman luas dari berbagai partai politik Italia yang menyebutnya sebagai tindakan antisemitisme yang tidak dapat diterima.
Kedua turis tersebut dilaporkan telah kembali ke Argentina pada Senin (2/3/2026).
Aparat kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap identitas para pelaku.
Baca juga: Israel Serang Lebanon Besar-besaran, Desak Warga Kosongkan 16 Kota dan Desa
Sementara itu, dalam peristiwa terpisah di Polandia, sekelompok turis Israel dilaporkan mendapat penolakan dari warga setempat saat baru mendarat di Bandara Krakow.
Insiden tersebut diwarnai adu mulut dan konfrontasi langsung di area publik bandara.
Sejumlah warga secara terbuka menyatakan penolakan terhadap kehadiran rombongan turis tersebut.
Belum ada laporan resmi mengenai tindakan kekerasan fisik dalam insiden di Krakow.
Aparat keamanan bandara disebut turun tangan untuk meredam ketegangan dan memastikan situasi tetap terkendali.
Kedua peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya sensitivitas dan ketegangan di berbagai negara Eropa terkait isu politik dan konflik internasional yang sedang berlangsung.
Aparat di masing-masing negara menyatakan penyelidikan masih berjalan untuk memastikan keamanan serta mencegah insiden serupa terulang.
Baca juga: Kehebatan Fattah 2, Rudal Hipersonik Mach 15 yang Disebut Mampu Bobol Sistem Pertahanan AS-Israel
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)