TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Saat pertemuan dengan manajemen PT Pertamina, di Fuel Terminal Tarakan Kelurahan Lingkas Ujung Rabu (4/3/2026) Anggota DPRD Kaltara Yancong juga mempertanyakan sempat terjadi antrean panjang kendaran di APMS Juata Kerikil Tarakan dan Bulungan, Kalimantan Uttara.
Yancong mengatakan, laporan masuk menyampaikan bahwa masih terjadi antrean panjang kendaraan di APMS di Tarakan seperti nampak yang terjadi di Juata Kerikil. Begitu pula antrean truk mengular di Bulungan.
Terkait antrean panjang kendaraan ini, Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut V Fuel, Muhammad Naufal menyampaikan bahwa kemarin, kondisi bio solar dari PT Pertamina menggunakan SA Bio Solar. Itu merupakan surat rekomendasi (SR) pembelian Bio Solar Bersubsidi.
Dari alokasi dalam sebulan, penampungan tidak bisa menampung sampai 30 hari. Sehingga ketika kondisi alokasi sudah habis sekitar akhir bulan. Lalu SR baru terbit di awal bulan depannya.
Baca juga: Breaking News, DPRD Kaltara Kunjugi Fuel Terminal Tarakan, Soroti Antrean Panjang Kendaraan di SPBU
Sehingga antrean sebelum itu sudah sampai malam hari sebelumnya. Karena mereka (sopir truk) sudah tercopy dengan jam bongkar esok paginya. "Kemarin sudah saya koordinasikan dengan pihak SPBU untuk diatur antreannya," urainya.
Jawaban ini sempat dibantah lagi Yancong bahwa antrean berhari hari alias setiap hari. Jika berbicara tampungan dalam sebulan tidak cukup.
Muhammad Naufal menegaskan sebenarnya ada di tahap koordinasi yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama. Ia melanjutkan lagi di Bulungan juga. Antrean menumpuk di pagi hari bertepatan jam buka. Atas diskusi pihak mitra dibagi jam pembagian bio solar.
"Tujuan itu awalnya. Solusinya kami pecah, buka penjualan bio solar bersamaan agar tidak terjadi antrean," ujarnya.
Muhammad Naufal mengatakan untuk pengaturan jam penjualan biosolar sudah diatur. Untuk pengaturan jam di Bulungan ini dicoba untuk 4 SPBU reguler.
"Nanti akan saya coba atur ulang ya. Bukan saya coba kendalikan. Mengingat jika kita bukanya tidak bersamaan gitu untuk dari penjualan biosolar akan menumpuk di 1 SPBU nantinya.Nanti kita akan maksimal untuk koordinasikan ke Hiswana Migas dan juga koordinasi ke 4 pengusaha SPBU tersebut," urainya.
Langkahnya, pertama Pertamina akan mapping lokasi.
"Mungkin kan jika dia akan membuka dari pagi hari seperti itu. Jika memang sesuai saya akan mapping mungkin 2-3 lembaga penyalur untuk dibuka bersamakan. Sehingga untuk memecah antrian seperti itu. Di 4 reguler di Bulungan itu semua menjual biosolar," jelasnya.
Sementara untuk kasus antrean mengular di Tarakan, untuk SPBU reguler memang tak ada yang menjual biosolar.
"Makanya kemarin sempat antrian di Tarakan karena memang penjualan bio solar kita diarahkan ke non reguler. Jadi di non reguler kami ini juga, contoh saya udah bilang kan bertepatan mungkin kasus yang sudah naik kemarin ya, jadi alokasi sudah habis kemudian beberapa truk itu sudah tercopi dengan jam bongkar pagi truk BBM gitu di SPBU," paparnya.
Sehingga mereka sudah menunggu dari sejak pagi gitu. Namun lanjutnya pihaknya akan melakukan koordinasi lagi dengan instansi terkait.
"Karena beberapa part atau beberapa wilayah di SPBU itu tidak bisa diinap. Jadi next akan saya koordinasikan," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah