WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan, kesadaran untuk memantau laporan kredit dinilai masih relatif rendah. Padahal, kelayakan seseorang di mata lembaga keuangan sangat ditentukan oleh rekam jejak dalam laporan kredit.
Laporan kredit memuat profil kedisiplinan pembayaran, riwayat utang, hingga status kolektibilitas berdasarkan standar Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK No. 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum.
Dalam aturan tersebut, kualitas kredit diklasifikasikan menjadi kredit lancar, dalam perhatian khusus, tidak lancar, diragukan, hingga macet.
Dengan memantau laporan kredit secara rutin, masyarakat dapat membangun profil finansial yang sehat dan siap ketika membutuhkan akses pembiayaan, baik untuk kredit pemilikan rumah, kendaraan, maupun kebutuhan usaha.
Direktur Utama Cermati, Fung Fuk Lestario, mengatakan meningkatnya kebutuhan layanan finansial harus diimbangi dengan transparansi data serta kemampuan masyarakat melindungi diri secara finansial.
Baca juga: Disnaker Depok Buka Posko Pengaduan THR 2026, Bisa Lapor Langsung atau Lewat Whatsapp
“Fitur Laporan Kredit kami hadirkan bukan sekadar alat pengecekan skor, melainkan bentuk dukungan nyata Cermati dalam meningkatkan literasi keuangan. Kami ingin setiap pengguna dapat mengakses data keuangannya secara mudah sehingga bisa mengambil kendali penuh atas reputasi kredit mereka dan mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak dan percaya diri,” ujar Fung dalam keterangan tertulis, Rabu (5/3/2026).
Fitur Laporan Kredit di aplikasi Cermati dirancang dengan tampilan visual yang sederhana dan mudah dipahami. Pengguna dapat memantau informasi keuangan mereka kapan saja melalui aplikasi, sehingga akses terhadap data menjadi lebih fleksibel.
Selain membantu pemantauan profil finansial, fitur ini juga berfungsi sebagai instrumen perlindungan identitas. Dengan memeriksa laporan kredit secara berkala, pengguna dapat mengetahui jika terdapat aktivitas mencurigakan yang berpotensi merugikan.
“Lebih dari sekadar pemantauan, Cermati turut memberikan edukasi dan panduan strategis bagi pengguna untuk meningkatkan skor kredit mereka. Hal ini secara langsung membuka peluang lebih besar dalam mendapatkan persetujuan layanan finansial di masa depan,” kata Fung.
Untuk mendukung konsistensi masyarakat dalam menjaga kesehatan finansial, Cermati menyediakan paket pembaruan laporan kredit dengan harga terjangkau. Layanan ini tersedia mulai Rp 19.000 untuk satu kali pembaruan, serta paket langganan Rp 49.000 untuk tiga kali pembaruan dan Rp 69.000 untuk enam kali pembaruan.