TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah guru di Kota Pekanbaru merasa cukup beruntung karena rata-rata sudah berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ada yang menjadi PPPK penuh waktu dan paruh waktu.
Hal ini tentu saja kabar baik karena gaji yang diterima para guru juga ikut menyesuaikan..
Saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru sudah menetapkan tidak ada gaji guru yang penghasilannya di bawah Rp 2 juta per bulan, angka ini jauh meningkat dari pada sebelumnya, saat masih berstatus honorer.
Belum lagi ditambah dengan tunjangan sertifikasi yang jumlahnya hampir sama dengan gaji pokok.
Dan kabarnya lagi, tahun ini para guru PPPK Paruh Waktu juga akan mendapatkan tunjangan hari raya.
Disampaikan seorang guru di sebuah SMPN di Kecamatan Rumbai Pekanbaru, hal ini cukup baik dibandingkan dengan daerah lain yang masih memiliki guru honorer.
"Untuk honorer diangkat menjadi PPPK tergantung masa kerja, jadi kalau data honorer yang masuk dalam data base kemarin kalau sesuai kuota, rata-rata guru honorer di Pemko Pekanbaru sudah diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, semoga dengan pengangkatan ini bisa menambah kesejahteraan guru," ujar guru wanita yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Sementara itu, terkait hebohnya besaran anggaran kesejahteraan guru dibandingkan besarnya anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak seimbang, ia beranggapan MBG merupakan program yang baik.
"Dari segi pemanfaatan yang diterima siswa-siswi kami selama ini, hampir sebagian besar cukup senang dengan adanya program MBG, karena memang ada keluarga siswa yang benar-benar susah dalam perekonomian, sehingga dengan adanya MBG cukup membantu, cuma memang kesejahteraan tenaga pendidik juga perlu diperhatikan" ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)