Antisipasi Lonjakan Mudik, Dinas Perhubungan SBT Koordinasi Tambah Pelayaran
Ode Alfin Risanto March 04, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Meski tidak menggelar program mudik gratis, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tetap menyiapkan langkah antisipasi menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Kepala Dinas Perhubungan SBT, Murad Wokas, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan operator kapal swasta, khususnya KM Cantika Express, untuk menambah frekuensi pelayaran.

Baca juga: Kawasan Wisata Pantai Natsepa Bakal Ditata, Bupati Ingatkan Pentingnya Penataan Terintegrasi

Baca juga: Soal Flyer Viral, Murad Wokas Tegaskan SBT Tak Gelar Mudik Gratis 2026

Selama ini, kapal tersebut melayani rute Ambon–Bula–Geser–Gorom dan belum menjangkau wilayah Kesui dan Teor, padahal kedua daerah itu memiliki kebutuhan transportasi yang cukup tinggi, terutama saat momentum Lebaran.

“Rutenya dari Ambon sampai Gorom. Itu berarti Kesui dan Teor tidak terlayani. Karena itu kami berkoordinasi agar kapal bisa masuk ke wilayah tersebut untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat Lebaran,” ujar Murad, Rabu (4/3/2026).

Dari hasil koordinasi tersebut, pihak operator menyatakan kesiapan menambah empat kali pelayaran pada periode Maret hingga April 2026.

“Untuk Maret ada dua kali sebelum Lebaran, kemudian akhir Maret dan April. Total empat kali pelayaran. Harga tiket tetap normal, tidak ada subsidi atau gratis,” jelasnya.

Selain kapal swasta, Dishub SBT juga berupaya mengoptimalkan operasional kapal perintis, khususnya KM Sabuk Nusantara 80 yang melayani rute Ambon–Bemo–Kilmuri–Geser–Gorom.

Murad mengungkapkan, kapal tersebut sempat tidak beroperasi hampir satu tahun akibat kerusakan mesin. Suku cadang harus didatangkan dari luar negeri dan kini telah terpasang.

“Secara teknis kapal sudah siap berlayar. Tapi karena operatornya PT Pelni, setelah pemasangan alat harus masuk doking untuk pembersihan badan kapal,” katanya.

Proses doking diperkirakan memakan waktu sekitar 14 hari setelah koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku. Jika selesai sekitar 17 Maret 2026, waktu tersebut dinilai kurang efektif untuk melayani puncak arus mudik.

Sebagai langkah alternatif, Pemkab SBT telah mengajukan permohonan deviasi rute KM Sabuk Nusantara 106 agar dapat singgah di Kilmuri.

“Surat permohonan sudah disampaikan ke Dinas Perhubungan Provinsi dan diteruskan ke Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut. Mudah-mudahan satu dua hari ini sudah ada jawaban,” beber Murad.

Ia berharap, jika permohonan tersebut disetujui, KM Sabuk Nusantara 106 dapat menggantikan sementara peran Sabuk Nusantara 80 untuk melayani masyarakat di wilayah-wilayah dengan akses transportasi terbatas selama arus mudik Lebaran 2026. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.