Besarnya Potensi Sagu SBT, PT. Sagolicious Indonesia Prima Siap Buka Peluang Usaha
Fandi Wattimena March 04, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – PT Sagolicious Indonesia Prima siap membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat, Rabu (4/3)2026).

Rencana tersebut mengingat besarnya potensi sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). 

Jenny Widjaja selaku pemilik PT Sagolicious Indonesia Prima bahkan menyatakan kesiapan pihaknya untuk terlibat dalam pengembangan industri sagu di daerah tersebut.

Asalkan pengelolaan komoditas dilakukan serius dan berkelanjutan.

“Saya ingin mengatakan kepada Bapak Bupati bahwa SBT ini memiliki potensi sagu yang sangat-sangat besar. Jadi saya harap keluarga besar SBT bisa menjaga sagu, karena ini adalah harta karun dan masa depan anak cucu kita,” ujarnya.

Baca juga: Niat Kawal Kasus Penikaman, Aksi HMI di FEB Unpatti Berujung Fasilitas Kampus Dirusak dan Dibakar

Baca juga: Sosialisasi Pendatangan Potensi KTA dan Bimtek Aplikasi Ayo Pramuka Kwarna di Kwartir Daerah Maluku 

Menurut Jenny, pengelolaan berkelanjutan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga mampu mengangkat ekonomi masyarakat.

“Ini bisa kita kembangkan bersama, lalu kita pasarkan ke seluruh Indonesia bahkan ekspor ke mancanegara,” tambahnya.

Selain membuka peluang usaha, Jenny juga menyoroti manfaat sagu dari sisi kesehatan. 

Ia menilai peningkatan konsumsi sagu dapat menjadi alternatif pangan sehat di tengah tingginya kasus diabetes di Indonesia.

Menurutnya ketergantungan masyarakat terhadap beras menjadi salah satu pemicu meningkatnya penyakit gula.

“Banyak sekali masyarakat Indonesia yang kena diabetes. Kenapa? Karena terlalu banyak hanya konsumsi beras,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya di SBT, untuk kembali membudayakan konsumsi sagu yang melimpah di wilayah tersebut.

“Alangkah baiknya diselingi dengan sagu. Apalagi di SBT ini sagu berlimpah. Mari setiap keluarga makan sagu,” lanjutnya.

Jenny optimistis sagu akan menjadi makanan masa depan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat dan berkelanjutan.

“Saya yakin ke depan ini adalah makanan masa depan, sustainable food, makanan bersih dan berkelanjutan,” katanya.

Ia pun menyayangkan komoditas sagu yang dalam beberapa dekade terakhir mulai tergeser oleh tanaman lain.

“Saya sangat sayangkan sagu ini terus tergusur, padahal potensinya sangat bernilai dan bisa menjaga alam,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.