KJRI Jeddah Kawal Pemulangan 10.060 Jemaah Umrah, 300 Masih Tertunda
Sri Widya Rahma March 04, 2026 09:54 PM

TribunGayo.com - Situasi keamanan di Timur Tengah yang tengah memanas tidak menghentikan proses kepulangan jemaah umrah asal Indonesia.

Baca juga: Gejolak Timur Tengah, Kantor Kemenhaj Aceh Tengah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah

Dalam beberapa hari terakhir, ribuan jemaah telah dipulangkan secara bertahap ke Tanah Air dengan pengawalan intensif dari perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi.

Ribuan Jemaah Telah Kembali ke Tanah Air

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mencatat total 10.060 jemaah sudah kembali ke Indonesia sejak Sabtu (28/2/2026) hingga Selasa (3/3/2026).

Proses ini dilakukan secara terkoordinasi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan secara langsung di bandara guna memastikan seluruh tahapan keberangkatan berjalan lancar.

Menurutnya, keselamatan jemaah menjadi fokus utama dalam kondisi saat ini.

Pengawasan Ketat di Bandara

Pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 23.40 waktu setempat, tercatat 2.278 jemaah tengah bersiap meninggalkan Jeddah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz.

Keberangkatan mereka dipantau oleh petugas di lapangan.

Baca juga: Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan hingga Kondisi Timur Tengah Kondusif

Petugas KJRI ditempatkan di sejumlah titik strategis, khususnya di Terminal 1 dan Terminal Haji.

Penempatan ini bertujuan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kendala administratif maupun teknis.

"Kami memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan secara langsung, mulai dari proses check-in hingga keberangkatan.

Negara hadir untuk memberikan perlindungan, terutama bagi jemaah yang menghadapi kendala penerbangan," ujar Ilham.

Ilham menambahkan, pihaknya akan terus bersiaga selama 24 jam agar tidak ada jemaah yang merasa ditinggalkan selama proses pemulangan.

"Kami terus siaga 24 jam. Prinsipnya, tidak boleh ada jemaah yang merasa ditinggalkan. Perlindungan dan pendampingan adalah tanggung jawab yang kami jalankan secara penuh," tegasnya.

Ratusan Jemaah Masih Tertunda

Meski mayoritas jemaah telah kembali sesuai jadwal, masih terdapat 300 jemaah yang mengalami keterlambatan penerbangan (stranded).

"Jemaah tersebut tersebar di Kota Jeddah dan Mekkah, dengan kendala utama pada jadwal penerbangan lanjutan serta koordinasi visa dan penerbangan transit," kata dia.

Karena itu, KJRI Jeddah melalui Tim Teknis Urusan Haji melakukan koordinasi berkelanjutan dengan maskapai penerbangan untuk memastikan kepastian jadwal keberangkatan.

Kemudian, KJRI Jeddah juga memastikan penyediaan konsumsi dan kebutuhan dasar bagi jemaah yang masih menunggu penerbangan.

Ilham mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak travel dan penanggung jawab visa guna mempercepat penyelesaian administrasi serta pemantauan selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi penumpukan jemaah. (*)

Baca juga: Waspadai Penipuan Travel Umrah, Kemenhaj: Jemaah Lebih Cermat dan Jangan Mudah Tergoda Harga Murah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.