Laporan Wartawan Tribun Gayo Romadani | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Warga terdampak bencana di Desa Jamat Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian.
Mereka mengaku belum memiliki lahan relokasi dan belum menerima hunian sementara (huntara), meski rumah mereka dilaporkan habis terhanyut sungai.
Ketua Rakyat Genap Mupakat (RGM) Desa Jamat, Usman mengungkapkan, sejak awal pemerintah desa telah mengajukan dua titik lahan relokasi untuk pembangunan huntara.
Satu titik sudah dibayarkan oleh Bupati Aceh Tengah Drs Haili Yoga, namun satu titik lainnya hingga kini belum diselesaikan pembayarannya.
“Lahan itu satu-satunya yang direncanakan untuk relokasi warga dari dua dusun, yakni Dusun Nasuh dan Dusun Ulun Bayur,” kata Usman. Rabu (4/3/2026)
Menurutnya, warga telah sepakat memilih titik di Ulun Bayur karena lokasinya dekat dengan sumber penghidupan yang masih tersisa, seperti kebun dan lahan usaha.
Namun karena harga tanah belum dilunasi, warga belum mengetahui kepastian lokasi pembangunan huntara.
“Warga sudah bermusyawarah. Walaupun bantuan dari Bupati untuk pembelian tanah nanti tidak mencukupi, masyarakat siap mengumpulkan dana per kepala keluarga untuk pelunasan, meski dengan cara dicicil. Yang penting, relokasi disepakati di titik itu,” ujarnya.
Usman menambahkan, saat ini sudah tersedia rencana pembangunan 70 unit huntara. Namun pembangunan terhambat karena persoalan lahan belum tuntas.
Jika huntara dibangun di lokasi lain, warga mengaku tidak sanggup karena jaraknya terlalu jauh dari tempat mereka beraktivitas saat ini.
“Kalau dibangun di titik kedua yang jauh, warga tidak mampu. Sampai hari ini mereka masih bertahan di tenda pengungsian,” tutup Usman.
Ia juga menyoroti masih adanya warga yang rumahnya hanyut namun belum terdata dan belum masuk daftar penerima huntara
Selaku Ketua RGM, Usman berharap Bupati Aceh Tengah segera menyelesaikan pembayaran tanah sesuai janji sebelumnya senilai Rp70 juta.
“Jika dibayarkan, warga akan langsung memiliki lahan untuk hunian sementara sekaligus hunian tetap,” pungkasnya. (*)
Baca juga: Mobil MBG Nekat Terobos dan Terjebak di Tengah Sungai Pining Gayo Lues, Nyaris Hanyut