Masyarakat Banda Aceh Mulai Berburu Baju Lebaran Idul Fitri hingga Larut Malam, Ini Alasannya
Laporan dari Banda Aceh, Keisha Aura Maharani
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masyarakat Kota Banda Aceh mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan untuk berburu baju Lebaran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Aktivitas belanja ini bahkan berlangsung hingga larut malam, terutama setelah pelaksanaan shalat tarawih.
Pantauan di kawasan Pasar Aceh dan sejumlah pertokoan di sekitarnya, Selasa (3/3/2026) malam, lonjakan pengunjung mulai pukul 21.00 WIB hingga mendekati pukul 23.30 WIB.
Butik busana Muslim, toko pakaian anak, hingga pedagang kaki lima tampak ramai diserbu pembeli.
Mayoritas warga datang bersama keluarga untuk memilih gamis, baju koko, tunik, hingga pakaian seragam keluarga yang akan dikenakan saat Idul Fitri.
Suasana pasar terlihat hidup dengan lalu lalang pengunjung yang membawa kantong belanja.
Seorang pembeli, Rina (19), mengaku lebih nyaman berbelanja pada malam hari.
“Kalau habis tarawih suasananya lebih sejuk dan tidak terlalu panas. Jadi lebih santai memilih baju,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Syasya, yang datang bersama dua anaknya.
Menurutnya, belanja malam hari lebih efektif karena anak-anak tidak mudah lelah akibat cuaca panas.
“Siang biasanya panas dan padat. Malam lebih enak, bisa sekalian jalan-jalan sama keluarga,” katanya.
Fenomena ini disambut positif para pedagang.
Sendi (42), pemilik butik busana Muslim di Pasar Aceh, menyebut lonjakan pengunjung usai tarawih berdampak langsung pada peningkatan penjualan.
“Ramainya mulai sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB. Banyak keluarga datang setelah tarawih langsung belanja. Ini jelas bantu omzet kami selama bulan puasa,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Molly, pengelola salah satu toko fashion Muslim yang memperpanjang jam operasional hingga pukul 23.00 WIB.
Ia mengatakan pihaknya juga memberikan promo diskon hingga 25 persen untuk menarik minat pembeli.
“Antusias masyarakat luar biasa, hampir setiap malam ramai,” pungkasnya. (*)
*) Penulis merupakan mahasiswa internship dari Prodi Sosiologi, FISIP, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.