Di Depan Dubes Negara Islam, AHY Tegaskan Demokrat Kawal Prabowo Hadapi Skenario Terburuk Global
Adi Suhendi March 04, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen penuh partainya dalam mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi ketidakpastian geopolitik global. 

Pernyataan ini disampaikan AHY di hadapan para duta besar negara-negara Islam dalam acara buka puasa bersama Partai Demokrat di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

AHY mengungkapkan bahwa situasi di Timur Tengah saat ini tengah berada dalam titik nadir yang mengancam stabilitas dunia. 

Ia pun memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat Presiden Prabowo yang telah menggelar pertemuan maraton di Istana Merdeka hingga larut malam guna mengantisipasi berbagai risiko.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menggelar pertemuan di Istana Merdeka tadi malam untuk secara serius membahas berbagai kemungkinan skenario terburuk, worst case scenario, dan dampak strategisnya terhadap Indonesia," ujar AHY di hadapan para diplomat mancanegara.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Strategi Iran Lumpuhkan Radar AN/TPY-2 dan Jaringan Komando AS di Timur Tengah

Putra sulung Presiden ke-6 RI SBY ini menekankan bahwa Indonesia harus bersiap melakukan mitigasi risiko di berbagai sektor vital. 

Menurutnya, dampak konflik tersebut tidak hanya mengancam keamanan fisik, tetapi juga ketahanan energi, pangan, dan ekonomi nasional.

"Kita harus mempersiapkan diri untuk bisa mengantisipasi dan memitigasi segala risiko, khususnya di bidang ekonomi, ketahanan energi, dan juga pangan. Kami sungguh mengapresiasi segala niat baik dan ikhtiar Bapak Presiden untuk terus mencari solusi terbaik bagi terciptanya perdamaian dunia," ucapnya.

Baca juga: Perang AS-Israel Vs Iran, Bahlil Pastikan Solar dan Pertralite Tidak akan Naik Hingga Lebaran

AHY juga memaparkan visi diplomasi Indonesia sebagai pembangun jembatan di tengah dunia yang terpolarisasi.

Ia menegaskan posisi Demokrat yang konsisten mendorong multilateralisme dan dialog damai, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta deeskalasi di Timur Tengah.

"Kami percaya bahwa tidak ada konflik yang tidak dapat diselesaikan dengan komunikasi dan itikad baik. Tidak ada perbedaan yang tidak bisa dijembatani jika kemanusiaan diletakkan di atas segala-galanya," tegas Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tersebut.

Acara buka bersama ini turut dihadiri oleh perwakilan diplomatik dari berbagai negara sahabat, mulai dari Iran, Mesir, Sudan, Kazakhstan, Suriah, hingga Uni Emirat Arab.

Konflik AS-Israel dan Iran

Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Serangan tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Menghadapi serangan tersebut Iran melakukan balasan dengan meluncurkan rudal ke sejumlah Pangkalan Militer AS yang ada di kawasan Timur Tengah.

Dampak dari perang AS-Israel Vs Iran kini meluas. Pasokan energi seperti minyak dan LNG dunia saat ini terganggu setelah Iran menuntut selat Hormez.

Selat Hormez merupakan jalur perdagangan energi dari wilayah Timur Tengah ke Asia, Afrika, dan Eropa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.