SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan, hingga menjelang Idul Fitri di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar secara maraton di berbagai daerah.
Kali ini, giliran masyarakat di depan Kantor Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, yang merasakan manfaat program ini pada Rabu (4/3/2026).
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung memantau jalannya kegiatan.
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah didampingi oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Sebelum meninjau OPM di Sukodadi, rombongan juga dijadwalkan menghadiri acara di Pendopo Lokantantra dan SMA Negeri 2 Lamongan.
Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Salurkan Sapa Bansos Rp 7,2 Miliar di Lamongan
Khofifah menjelaskan, bahwa pasar murah ini merupakan inisiasi Pemprov Jatim, yang berfungsi sebagai komplementaritas terhadap program yang sudah dijalankan oleh Bupati maupun Wali Kota. Fokus utamanya adalah stabilisasi harga dan pengendalian angka inflasi di daerah.
"Ini pasar murah yang ke-32 yang diselenggarakan oleh Disperindag Provinsi Jawa Timur," ungkap Khofifah.
"Di sini program yang kami lakukan secara komplenmentaritas dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bupati/Walikota di berbagai titik," tambahnya.
Pemprov Jatim memastikan, ketersediaan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Berikut adalah daftar harga komoditas dalam OPM di Sukodadi:
Khofifah menekankan pentingnya bagi Bupati dan Wali Kota untuk bersama-sama berikhtiar menjaga stabilitas harga. Hal ini mengingat adanya kecenderungan dinamika harga yang kerap berubah, atau mengalami penyesuaian mendekati hari raya.
"Maka itu kami lakukan stabilisasi antara lain dengan menggelar pasar murah," tutur Khofifah.
Ia menegaskan, bahwa langkah ini diambil untuk menjamin keterjangkauan masyarakat terhadap kebutuhan logistik dasar. Melalui skema ini, inflasi diharapkan dapat lebih terkendali secara efektif.
"Berikutnya adalah tentu pengendalian inflasi, maka bisa dipastikan yang kami jual di pasar murah ini sembako yang jauh di bawah harga pasaran," jelas Khofifah.
Khofifah berharap, bantuan melalui pasar murah ini dapat meringankan beban rumah tangga di Jawa Timur dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Tentu harapannya ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan logistik di masing-masing rumah tangga, saya kira itu yang bisa kami lakukan, sinergi dengan apa yang dilakukan oleh kabupaten kota," pungkasnya.