TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lingkar Barat kawasan Simpang Rimbo, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Rabu (4/3/2026) pagi.
Insiden tersebut menyebabkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian.
Kasatlantas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyebutkan bahwa korban berinisial M (43), yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
“Pengendara SPM Honda Scoopy BH 5093. Alamat di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi,” ujarnya.
Menurut keterangan kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.25 WIB.
AKP Hadi menerangkan, peristiwa bermula ketika sepeda motor Honda Scoopy BH 5093 IS yang dikendarai korban melaju dari arah Simpang Rimbo menuju Kampung Radjo.
“Sesampainya di dekat TB Koko Jaya, kendaraan korban oleng ke kanan dan terjatuh sendiri, kemudian pengendara mengenai pulau jalan sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Sebelumnya, seorang saksi di tempat kejadian yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa saat dirinya tiba, situasi sudah ramai dan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Korban perempuan, katanya orang dekat sini. Posisi korban dekat pembatas jalan, motornya terpelanting ke arah seberang,” ujar saksi.
Korban ditemukan tergeletak dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka dan memar di tubuhnya.
"Korbannya sudah berdarah, dia posisi dekat pembatas jalan, motornya ke arah sananya," ujar satu di antara saksi di lokasi.
Sebagai informasi, kawasan Jalan Lingkar Barat atau juga dikenal dengan kawasan Simpang Rimbo memang dikenal rawan kecelakaan.
Jalan Lingkar Barat di kawasan Simpang Rimbo merupakan jalur dengan volume lalu lintas tinggi.
Selain dilewati kendaraan roda dua dan roda empat, kawasan ini juga menjadi lintasan kendaraan berat seperti truk dan bus antarprovinsi.
Di lokasi kejadian tampak genangan air di badan jalan yang dinilai mengganggu pengguna jalan.
Beberapa titik jalan juga terlihat berlubang dan tidak rata akibat sering dilakukan penambalan.
Warga setempat berharap pemerintah dapat memperbaiki kondisi jalan serta membangun sistem drainase agar air tidak lagi menggenang dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
"Iya, kalau bisa dibuatlah apa itu (drainase) agar air tidak menggenang. Kalau bisa dibenarin jalan ini," ujarnya.
(Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)
Baca juga: Kondisi Jalan Lingkar Barat Kota Jambi Lokasi Kecelakaan Maut yang Tewaskan Megawati
Baca juga: Polda: Jumlah Kerugian akibat Peretasan Bank Jambi Rp143 Miliar
Baca juga: Gramedia Jambi Bertabur Diskon selama Ramadan dan Event hingga Akhir Maret