SBY Wanti-wanti Prabowo Efek Perang Timur Tengah: Biarlah Kantong Pemerintah Kempes, Jangan Rakyat
Satrio Sarwo Trengginas March 05, 2026 12:07 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar mewaspadai dampak konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Israel-Amerika Serikat. 

Ia mewanti-wanti dampaknya terutama di sektor energi dan fiskal. 

Menurut SBY, gangguan pasokan energi dunia, termasuk dari kawasan Selat Hormuz yang menyumbang sekitar 20 persen energi global, bisa memicu lonjakan harga minyak dan menekan APBN secara signifikan.

Secara hukum ekonomi, kata SBY, ketika permintaan tetap sementara pasokan terganggu akibat perang maka harga pasti melonjak. 

SBY menjelaskan dalam beberapa hari terakhir, kata dia, harga minyak sudah naik sekitar 20 dolar per barel. 

Jika konflik berkepanjangan dan negara-negara produsen tidak meningkatkan produksinya, maka kekurangan suplai akan semakin terasa dan harga bisa terus meroket. 

Dampak bagi Indonesia

Menurut SBY, dampaknya bagi Indonesia sangat serius karena saat ini Indonesia merupakan net importir minyak. 

Artinya, kebutuhan impor lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri. 

Jika harga minyak dunia menembus jauh di atas asumsi APBN, maka beban subsidi bisa membengkak sampai ratusan triliun rupiah.

"Sekarang kita ini net importir, lebih banyak yang kita beli dibandingkan yang kita produksi di dalam negeri. Nah, ketika naik harga per barelnya, maka negara pemerintah harus mengeluarkan uang yang banyak untuk menomboki, karena APBN kita kan hanya 70 dolar per barel, kalau tembus 100 dolar per baler lalu 150 dolar, defisit kita ratusan triliun ini yang langsung karena disruption pasokan energi," jelas SBY dikutip dari Channel YouTubenya yang tayang pada Selasa (3/3/2026). 

"Kalau kita terkena beban yang tinggi ratusan triliun maka APBN kita akan sangat tertekan," tambahnya. 

Jangan dibebankan ke rakyat

Ia mengingatkan agar kebijakan fiskal tetap berpihak pada rakyat kecil yang paling rentan terdampak kenaikan harga energi dan kebutuhan pokok.

"Kalau saya pribadi, biarlah kantong pemerintah kempes sedikit, enggak apa-apa. Jangan kantong rakyat, dia enggak bisa makan, enggak bisa beli apa-apa,," tegas SBY.

Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo akan mempertimbangkan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kelompok masyarakat terbawah jika tekanan global semakin berat.

"Oleh karena itu, saya yakin Pak Prabowo presiden kita akan memikirkan dan sekarang harus mulai dipersiapkan dengan baik kalau tekanan ekonomi kita, fiskal kita, itu terjadi karena perang yang seperti ini. Jangan diabaikan rakyat terbawah, golongan tidak mampu, sejauh mana mereka harus menanggung ini," pungkasnya. 

Berita terkait

  • Baca juga: Rocky Gerung: Jika Selat Hormuz Ditutup 2 Bulan, Bisa Picu Kemarahan Emak-emak ke Prabowo
  • Baca juga: Rocky Gerung Nilai Prabowo Subianto Tak Mungkin Ubah Trump yang Anggap Iran Mainan
  • Baca juga: Rocky Gerung Nilai Peluang Prabowo Jadi Juru Damai Konflik Iran dengan Amerika-Israel Sulit Diterima

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.