BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN– Tim Terpadu yang terdiri dari Muspika Satui bersama PT MJAB mulai melakukan langkah nyata untuk mengatasi polusi asap akibat kebakaran batubara di lokasi longsoran KM 171, Desa Satui Barat, Kecamatan Satui.
Kegiatan penanganan ini dipimpin langsung oleh Camat Satui, Ferdi Yospi Libia Erwinda, didampingi Kapolsek Satui Kompol Hardaya, serta Kepala Desa Satui Barat Saiful Bahri. Sejumlah personel gabungan dari TNI-Polri dan aparatur desa turut diterjunkan ke lokasi.
Kapolsek Satui, Kompol Hardaya mengungkapkan bahwa tindakan yang dilaksanakan pada Selasa (3/3/2026) ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat tim terpadu yang digelar akhir Februari lalu.
Fokus utama petugas hari ini adalah menurunkan suhu permukaan material batubara yang terbakar di bawah tanah.
Baca juga: Walhi Kalsel: Kebakaran Tambang KM 171 Satui Tak Bisa Dipisahkan dari Longsor Jalan Nasional
Metode yang digunakan oleh tim di lapangan adalah penyiraman intensif pada titik-titik panas atau hotspot.
Petugas mengambil sumber air dari kolam bekas tambang terdekat menggunakan mesin pompa yang ditempatkan khusus di atas ponton atau rakit terapung.
“Penyiraman dilakukan secara berkelanjutan dan berpindah dari satu hotspot ke hotspot lain. Operator menyemprotkan air menggunakan selang tekanan tinggi langsung ke titik asap yang paling tebal,” ujar Kompol Hardaya, Rabu (4/3/2026).
Penggunaan nozzle penyemprot yang bisa diatur serta selang tekanan tinggi diharapkan mampu menembus permukaan batubara.
Selain untuk mematikan titik panas, langkah ini bertujuan mencegah meluasnya kebakaran bawah tanah yang memicu asap pekat.
Hardaya menjelaskan bahwa meski api terbuka tidak terlihat secara kasat mata, namun pembakaran di bawah permukaan sangat membahayakan kualitas udara warga sekitar.
Oleh karena itu, peralatan lengkap mulai dari mesin diesel hingga APD disiagakan penuh.
Hingga saat ini, intensitas asap dilaporkan sudah mulai mengalami penurunan di beberapa titik setelah dilakukan penyiraman secara masif.
Meski demikian, tim masih mewaspadai munculnya asap tipis yang menandakan masih adanya hawa panas di bawah tanah.
“Hasil sementara menunjukkan intensitas asap menurun. Namun, masih ada panas yang tertinggal di bawah permukaan, sehingga penyiraman masih terus kami lakukan hingga saat ini,” tegas Kapolsek Satui tersebut.
Baca juga: Walhi Kalsel: Kebakaran Tambang KM 171 Satui Tak Bisa Dipisahkan dari Longsor Jalan Nasional
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang sembari tim terpadu bekerja ekstra di lapangan.
Pemantauan visual terus dilakukan secara berkala guna memastikan tidak ada lagi asap yang mengganggu kenyamanan warga maupun pengguna jalan di sekitar lokasi longsoran KM 171.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)