SERAMBINEWS.COM - Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, menggelar konferensi pers terbaru terkait perang yang tengah berlangsung melawan Iran, Rabu (3/32026).
Didampingi Jenderal Angkatan Udara AS Dan Caine, Hegseth memaparkan sejumlah klaim dan rencana militer Washington dalam eskalasi konflik yang kian memanas.
Hegseth menyatakan pasukan AS dan Israel berharap dapat menguasai penuh wilayah udara Iran “dalam beberapa hari”, kurang dari sepekan sejak perang dimulai.
Baca juga: 87 Mayat Pelaut Kapal Perang Iran yang Tenggelam Dihantam Terpedo Kapal Selam AS Ditemukan
Ia menegaskan, operasi militer yang berlangsung saat ini baru tahap awal.
“Lebih banyak kekuatan sedang datang,” tegasnya.
Menurut Hegseth, Washington dan Tel Aviv baru saja memulai rangkaian serangan terhadap Iran dan akan menggunakan persediaan bom gravitasi presisi dalam jumlah besar.
Dalam pernyataan mengejutkan, Hegseth mengatakan Amerika Serikat berada di balik tenggelamnya kapal selam Iran di Samudera Hindia. Namun, ia tidak merinci waktu maupun detail operasi tersebut.
Meski serangan AS dilakukan saat negosiasi masih berlangsung, Hegseth menuduh Teheran melakukan “negosiasi dengan itikad buruk”.
Menurutnya, Iran tetap “merencanakan dan mempersiapkan” serangan sembari duduk di meja perundingan.
Menanggapi laporan intersepsi rudal Iran di wilayah Turki, Hegseth mengatakan pihaknya mengetahui insiden tersebut. Namun, ia menegaskan tidak melihat kemungkinan peristiwa itu akan memicu Pasal 5 NATO tentang pertahanan kolektif dalam waktu dekat.
Saat ditanya soal serangan hari Sabtu terhadap sekolah perempuan di Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 160 orang, Hegseth menyatakan Washington masih melakukan penyelidikan.
Ia tidak memberikan konfirmasi apakah serangan tersebut terkait langsung dengan operasi AS atau sekutunya.
Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Dan Caine memaparkan fokus operasi militer terbaru AS.
Ia menyebut Washington menargetkan sistem rudal balistik Iran guna mencegah ancaman terhadap pasukan dan mitra AS di kawasan.
Selain itu, AS juga berupaya menghancurkan angkatan laut Iran agar Teheran tidak dapat dengan cepat membangun kembali kemampuan tempurnya.
Caine mengungkapkan langkah berikutnya adalah memperluas operasi ke wilayah daratan Iran, menyerang lebih dalam guna menciptakan “kebebasan bermanuver tambahan” bagi pasukan AS.
Ia menjelaskan bahwa pada hari keempat operasi, United States Central Command (CENTCOM) mulai beralih dari serangan jarak jauh menggunakan amunisi stand-off menjadi serangan presisi langsung di atas wilayah Iran.
Pernyataan terbaru dari Pentagon ini menandai peningkatan signifikan dalam skala dan intensitas konflik. Dengan rencana ekspansi serangan ke daratan Iran, situasi di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan semakin memanas dalam beberapa hari ke depan.(*)