Gandeng CSR PT Adaro Indonesia, Bapperida Balangan Jaring Inovasi Pelaku UMKM
Hari Widodo March 04, 2026 11:45 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan bersama CSR PT Adaro Indonesia melalui program Adaro Spectapreneur menggelar kegiatan penjaringan inovasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula 3 Bapperida Balangan, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi produk-produk UMKM yang memiliki unsur kebaruan dan potensi untuk ditetapkan sebagai inovasi daerah.

Melalui proses tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh pembinaan serta dukungan pengembangan dari pemerintah daerah.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Balangan, Resty Fauriana mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan dalam mendorong penguatan inovasi berbasis UMKM di Balangan.

“Hari ini kita berkolaborasi dengan CSR Adaro untuk melibatkan para UMKM Kabupaten Balangan. Alhamdulillah, ada hampir 30 inovasi baru yang dipresentasikan,” ujarnya.

Resty menjelaskan, berbagai inovasi yang dipaparkan berasal dari kreativitas pelaku UMKM, mulai dari produk olahan hingga produk kreatif yang telah dipasarkan, seperti jamur crispy, lempok tiwadak, deodorant, serta sejumlah produk lainnya.

Seluruh produk tersebut masih dalam tahap penjaringan. Nantinya, produk yang dinilai memenuhi kriteria inovasi daerah akan melalui proses justifikasi sebelum didaftarkan secara resmi sebagai inovasi daerah.

“Kita masih dalam tahap penjaringan. Setelah dilakukan justifikasi dan memenuhi kriteria, produk tersebut akan kita daftarkan sebagai inovasi daerah dan dibina bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, UMKM yang produknya ditetapkan sebagai inovasi daerah berpeluang memperoleh pendampingan serta dukungan pengembangan dari dinas terkait, seperti Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Sementara itu, CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Yuri Budhi Sujalmi, menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan mendorong pelaku UMKM di Balangan agar terus berkembang dan mampu bersaing lebih luas.

“Kami ingin UMKM kita naik jenjang. Jangan hanya berada di zona nyaman tanpa eksposur. Dengan eksposur yang lebih luas, mereka terdorong menjaga kualitas, konsistensi, dan terus berinovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi merupakan salah satu faktor penting bagi keberlangsungan usaha di tengah persaingan saat ini. Dimana menurutnya inovasi adalah mata uang tanpa inflasi.

Ungkapnya, selain modal uang dan peralatan, inovasi adalah modal paling penting untuk UMKM.(aol)

 



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.