Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk masyarakat Jawa Barat (Jabar).
"Terima kasih Pak Gubernur (Dedi Mulyadi), Pak Kapolda (Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan), Pangdam (Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kosasih) yang terus bersinergi membuat program yang tentunya menyentuh masyarakat kelas bawah yang membutuhkan," katanya dalam acara Silaturahmi Ramadhan di Bandung, Jabar, Rabu, dikutip dari keterangan resmi.
Menurutnya, program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia pun menyebut program ini menjawab harapan masyarakat terhadap institusi Polri.
"Polri harus bisa melaksanakan dan mendengar apa yang menjadi aspirasi dan harapan masyarakat sehingga kemudian makin hari, institusi Polri bisa melaksanakan tugas sesuai dengan harapan dan apa yang diinginkan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Barat," katanya.
Adapun pada program di Jawa Barat, tercatat terdapat 168 pembangunan rumah tidak layak huni. Saat ini, sebanyak 67 telah selesai pembangunan dan 101 masih dalam proses pembangunan.
Lebih lanjut, dalam kesempatan yang sama, mantan Kabareskrim Polri itu meminta masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan. Terlebih, saat ini situasi global dihadapkan dengan adanya konflik di Timur Tengah.
"Situasi yang sedang kita hadapi dampak global yang kita hadapi tentunya ini butuhkan kebersamaan persatuan. Itu adalah kunci utama menjaga agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa apa pun kondisi global yang dihadapi Indonesia, pemerintah akan tetap melaksanakan amanatnya untuk mendukung mendorong terjadinya pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakatnya.
Pertumbuhan itu, ujar dia, dapat dilalui apabila masyarakat bersatu.
"Tentunya apa yang menjadi program terkait masalah ketahanan pangan, program ketahanan energi, tentunya juga harus kita kawal karena ini sebagai bagian dari upaya kita untuk hadapi dinamika global yang ada," ucapnya.







