TRIBUNNEWS.COM, SRILANKA - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon pada Rabu (4/3/3036) merilis video kapal perang Iran tenggelam di lepas pantai Sri Lanka setelah terkena torpedo.
AS mengatakan bahwa torpedo tersebut menghantam buritan kapal dan ledakan tersebut menyebabkan kapal fregat terlempar ke udara.
Kapal tersebut diidentifikasi sebagai IRIS Dena, menurut Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath.
Setidaknya 85 orang tewas dan hampir 150 awak kapal Iran hilang dalam penembakan itu.
Dalam video tersebut, terlihat sebuah torpedo menghantam kapal yang menyebabkan ledakan besar dan tak lama kemudian kapal mulai tenggelam.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengkonfirmasi kejadian itu.
"Kemarin di Samudra Hindia, sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo. Kematian yang tenang," katanya.
Ia menambahkan bahwa ini adalah penenggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo sejak Perang Dunia II.
Para pejabat Sri Lanka mengatakan angkatan laut Sri Lanka menerima panggilan darurat dari kapal Iran dan meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan dengan dukungan angkatan udara Sri Lanka di Samudra Hindia.
Angkatan Laut Sri Lanka mengatakan telah menyelamatkan 30 pelaut dari "IRIS Dena", yang mengalami kesulitan dengan sekitar 180 pelaut di dalamnya.
Sinyal bahaya tersebut berasal dari kapal itu, sekitar 40 km (25 mil) dari pantai Sri Lanka di Galle, selatan ibu kota, Kolombo.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, membenarkan bahwa para pelaut yang diselamatkan dibawa ke Rumah Sakit Karapitiya untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, di Washington DC, Pete Hegseth mengkonfirmasi bahwa lebih banyak pesawat pembom dan jet tempur memasuki medan perang pada hari Rabu seiring berlanjutnya Operasi Epic Fury, nama operasi perang melawan Iran.
Kapal fregat Iran ini bernama IRINS Dena itu baru-baru ini ikut serta dalam International Fleet Review 2026 di India.
Kapal fregat merupakan enis kapal perang berukuran sedang hingga besar (umumnya 2.000–7.500 ton) yang dirancang untuk kecepatan, kelincahan, dan peran serbaguna
Diduga kapal itu hendak kembali ke Iran.
Menurut situs web latihan tersebut, kapal itu terdaftar sebagai peserta dalam latihan angkatan laut yang diadakan di Teluk Benggala dari tanggal 18 hingga 25 Februari.
Dua minggu sebelum tenggelamnya kapal tersebut, Komando Angkatan Laut Timur telah menyambut kapal Iran itu saat singgah di pelabuhan Visakhapatnam.
IRGC menyatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu pagi bahwa sebagai kelanjutan dari Operasi True Promise 4, rudal diluncurkan ke aset strategis AS di Samudra Hindia.
Sebuah kapal perusak AS yang sedang mengisi bahan bakar dari kapal tanker Amerika di Samudra Hindia, sekitar 650 kilometer dari pantai selatan Iran, dihantam oleh rudal Qadr-360 dan Talaeiyeh milik Angkatan Laut IRGC, demikian pernyataan tersebut.
Menurut laporan intelijen, terjadi kebakaran hebat di dek kedua kapal tersebut, yang menyebabkan kepulan asap membubung ke langit laut.
Sumber: Hindustan Times/India Today