Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Cirebon memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat dalam kondisi aman.
Untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah lonjakan, sidak pasar akan segera digelar dalam waktu dekat.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan komitmen tersebut saat diwawancarai media, Rabu (4/3/2026).
"Kemarin tentunya ada Pasar Pangan Murah ya, yang diselenggarakan oleh Kapolres Ciko yang tentunya dihadiri dari Kapolda juga, ada Irjen Pol ya. Di sana alhamdulillah masyarakat Kota Cirebon merasakan ada pasar murah yang diselenggarakan oleh Kapolres, oleh Kepolisian. Dan itu mudah-mudahan berlanjut dengan bukan hanya kepolisian saja, mungkin dari yang lainnya juga pasti akan ada ininya," ujar Edo.
Ia memastikan harga komoditas, terutama dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) lebih rendah dibanding harga pasar pada umumnya.
Baca juga: Driver Ojol Ciamis Berharap Bonus Hari Raya Cair H-7 Lebaran, Minta Nominal Setara UMR
"Harga ketika penyelenggaraan GPM kemarin dipastikan lebih murah daripada pasar, harga pasar. Insyaallah nanti saya, BI, Ketahanan Pangan dengan jajaran Forkopimda nanti hari Kamis pagi dengan teman-teman DPR juga ingin sidak ke pasar-pasar nanti yang ada di Kota Cirebon tentang harga," ucapnya.
Langkah sidak tersebut akan melibatkan Bank Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah guna memastikan harga tetap terkendali dan stok mencukupi hingga Lebaran.
Sementara itu, sehari sebelumnya, ratusan warga memadati Lapangan Kebon Pelok, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, dalam kegiatan GPM.
Beras SPHP seharga Rp 11 ribu langsung ludes diserbu warga.
Antrean panjang didominasi ibu-ibu yang membawa uang tunai di tangan.
Meski suasana tetap tertib dan kondusif, sejumlah warga mengaku tak kebagian beras karena stok cepat habis.
Ulfa (42), warga Harjamukti, mengaku sudah mengantre sekitar satu jam.
"Ya ada satu jam, kurang lebih satu jam. Iya, carinya beras, saya nggak dapat. Kehabisan," ujarnya.
Ia akhirnya hanya membeli minyak goreng dan telur.
Baca juga: Bobotoh Sempat Kawatir Sepupu Pemain Liverpool Tak Bisa Main Lawan Persik, Tapi Ada Kabar Baik
"Minyak aja sama telur. Iya. Saya juga nggak kebagian beras," tambahnya.
Hal serupa disampaikan Nurmini (48) yang mengaku mengantre berjam-jam di bawah terik matahari.
"Iya, sudah antre lama-lama tapi habis, berasnya. Ya enggak tahu, berjam-jam," keluhnya.
Meski begitu, ia tetap merasa terbantu dengan harga minyak goreng yang lebih terjangkau.
"Kalau minyak di sini Rp 31 ribu. Kalau di pasar sekitar Rp 17 ribu per liternya. Jadi di sini lebih murah ya? Iya. Ya alhamdulillah, lumayan," ucap Nurmini.
Kegiatan GPM turut dihadiri Irwasda Polda Jawa Barat Kombes Pol Benny Subandi serta Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar.
Sebanyak 15 stand disiapkan dengan harga di bawah pasaran.
“Alhamdulillah ya, hari ini kegiatan khususnya di Cirebon Kota, ada 15 stand. Kalau saya melihat dan mendengar langsung tadi di stand, khususnya kayak harga cabai memang tinggi, tapi kalau dibandingkan dengan harga pasar, ini jauh lebih murah. Termasuk ayam tadi juga, terus termasuk beras ya,” jelas Benny.
Ia menegaskan beras SPHP dijual sesuai harga resmi Bulog tanpa tambahan.
“Beras itu memang harga dari Bulog ya, Rp 11.000 itu kita tidak nambah-nambah. Memang harga Bulog beras SPHP itu Rp 11.000 per 5 kilo,” katanya.
Menjelang Lebaran, pengawasan distribusi bahan pokok juga diperketat untuk mencegah praktik penimbunan.
“Pengawasan tetap dilaksanakan, berkoordinasi dengan Satgas Pangan. Tetap dilakukan dengan strategi turun ke pasar,” tegas Benny.
Bagi warga, kehadiran pasar murah menjadi angin segar di tengah fluktuasi harga.
Sementara bagi Pemkot Cirebon, langkah sidak dan pengawasan menjadi upaya konkret memastikan stok sembako tetap aman dan harga terkendali hingga hari raya tiba. (*)