Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran, muncul imbauan dari pemerintah Indonesia agar jemaah mempertimbangkan penundaan keberangkatan umrah.
Hal itu karena risiko jalur udara menuju ke Arab Saudi yang masih jadi perhatian pemerintah Indonesia dan pihak luar.
Baca juga: Timur Tengah Memanas, Kimberly Ryder Tetap Berangkat Umrah
Menanggapi hal tersebut, Kimberly Ryder memilih bersikap tenang dan berserah diri ke Allah SWT.
Kimberly Ryder memutuskan untuk tetap berangkat umrah karena merasa sudah ada lampu hijau dari pihak travel yang membawanya umrah.
“Kalau aku, aku kembalikan lagi kepada Allah," ucap Kimberly Ryder di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Umrah di Tengah Perang Iran dan AS Memanas, Asma Nadia: Sakit Hati dengan Situasi yang Ada
"Terus kepada travel-nya juga merasa aman-aman saja untuk diberangkatkan,” terusnya.
Baginya, ketika segalanya bisa dilancarkan termasuk dokumen untuk keluarga negeri itu jadi indikator bahwa dirinya dapat izin dari Allah untuk beribadah.
"Yaa itu (visa) bisa keluar, pesawat tidak di-cancel, oh oke ya sudah kalau gitu aman semuanya,” katanya.
Ia juga menanggapi kabar adanya jemaah yang tertahan di Arab Saudi karena perubahan rute penerbangan.
Hal itu sudah diantisipasi dengan memastikan travel yang memberangkatkannya menggunakan penerbagan direct (langsung ke Arab Saydi) tanpa transit.
“Kalau bisa cari pesawat direct, nggak transit di negara-negara yang terkena konflik, mungkin masih aman ya,” tutur Kimberly.
Kimberly bahkan sempat berucap dan menilai melihat sisi positif jika kemungkinan terburuk harus tertahan di Tanah Suci.
Ia bahkan sudah bersiap andai nanti ada potensi dirinya tertahan, tak bisa pulang ke Indonesia.
“Ada sebagian orang merasa ‘Oh gue stuck di sini’. Tapi ada juga yang merasa ‘There’s nowhere else better to be stuck in’ gitu," ucap Kimberly.
"Kalau mau memilih nggak bisa pulang, lebih baik di Makkah atau Madinah. Artinya gue harus lebih banyak beribadah,” bebernya.
Dengan pola pikir tersebut, Kimberly merasa perjalanan ini justru menjadi momen refleksi.
“Kalau mindset-nya begitu ya sebenarnya happy-happy saja lama-lama di situ. Banyak-banyakin saja beribadah,” tutupnya.
Tak sendiri, Kimberly berangkat jalani ibadah umrah bersama dengan sang bunda yang memang sudah bermimpi jalani ibadah umrah di bulan ramadan.
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi kembali kondusif.
Hal ini berkaitan dengan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya eskalasi serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.
Imbauan mengenai penundaan pemberangkatan umrah dikeluarkan atas pertimbangan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Dikutip dari keterangan resmi Kemenhaj RI, pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini tengah berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.
Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.
Termasuk agar para jemaah umrah tersebut memeroleh akomodasi yang memadai dan aman.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” tambah Dahnil.