TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Musim penghujan yang terjadi belakangan ini menjadi antisipasi dari panitia Kasanga Festival ke-IV tahun 2026 di Denpasar.
Berkaca dari pelaksanaan tahun 2025 lalu, Lapangan Puputan Badung yang menjadi lokasi festival sangat becek.
Bahkan angin kencang yang terjadi juga merobohkan stan penjual makanan di sisi timur.
Untuk antisipasi hal itu tak terulang lagi, pihak panitia melakukan berbagai langkah antisipasi.
Baca juga: Kasanga Fest Denpasar 2026 Tanpa Konser Musik, 16 Ogoh-ogoh Ikut Karnaval Sejauh 290 Meter
Wakil Ketua Panitia Kasanga Festival, I Gede Yogi Pramana mengatakan pihaknya melakukan upgrade spesifikasi penunjang Kasanga Festival tahun ini.
Tempat ogoh-ogoh menggunakan rigging yang kokoh dan tenda undangan menggunakan spesifikasi yang paling bagus.
"Untuk antisipasi becek, kami sudah berkomitmen pada semua pihak, tidak memperbolehkan memasukkan kendaraan ke lapangan," imbuhnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan jalan setapak yang terbuat dari triplek di depan regging ogoh-ogoh dan stan kuliner.
Stan kuliner juga dibuat seperti saat pelaksanaan Denpasar Festival sehingga menjadi lebih kokoh.
"Dengan flooring, jika becek masih layak dipergunakan, kami ingin memberikan kenyamanan bagi pengunjung Kasanga Festival," paparnya.
Sementara terkait cuaca, pihaknya juga berkoordinasi dengan BMKG, serta menempuh langkah sekala dan niskala.
Dalam gelaran ini, sebanyak 43 UMKM terlibat, baik kuliner tradisional Bali maupun umum, serta 12 stan kuliner yang dikelola STT.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan bahwa tahun ini penyelenggaraan tidak lagi tersentralisasi di kawasan Catur Muka.
Hal ini untuk mengurai penonton agar tak menumpuk di kawasan Catur Muka.
"Sebagai gantinya, sistem karnaval atau mepeed akan diterapkan agar penonton tersebar di berbagai titik sepanjang rute parade, sehingga tidak terjadi penumpukan massa seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Arya Wibawa saat konferensi pers di Graha Yowana Suci, Rabu 4 Maret 2026.
Alur pawai akan mengambil titik start di depan Jayasabha atau rumah jabatan Gubernur Bali, berkeliling satu kali di kawasan Catur Muka, lalu terus bergerak ke arah selatan hingga berakhir di Jalan Gajah Mada ujung selatan Lapangan Puputan Badung.
Untuk menjamin kelancaran, jalur di sepanjang Jalan Udayana akan dipasangi pembatas atau barrier guna memastikan tidak ada penonton atau orang di luar regu yang masuk ke barisan belakang ogoh-ogoh saat atraksi berlangsung. (*)