TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG Yogyakarta merilis hasil pemantauan Gunung Merapi sepanjang periode pengamatan hari ini, Kamis (5/3/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.
Pada periode pengamatan tersebut terpantau satu kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.
Selain itu, ada 9 kali gempa Guguran dengan amplitudo 7-25 mm dan lama gempa 40.06-164.13 detik.
BPPTKG juga mencatat 15 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 4-34 mm, S-P 0.4-0.7 detik dan lama gempa 12.43-39.22 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi tertutup kabut 0-III. Asap kawah nihil.
Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi mendung, angin lemah ke arah timur.
Suhu udara sekitar 17.7-20.2°C. Kelembaban 95-99.4 persen. Tekanan udara 870.9-913.8 mmHg.
Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Kamis 5 Maret 2026: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Seluruh Wilayah
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)