Mulai Ada Peningkatan Pembelian BBM di Sejumlah SPBU Lamongan, Dampak Perang Iran- Israel?
Januar March 05, 2026 12:35 PM

 


Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Sejak dua hari terakhir, aktivitas pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU dalam Kota Lamongan mengalami peningkatan.

Lonjakan terlihat dari antrean kendaraan, terutama roda dua yang datang untuk mengisi bahan bakar. Sementara roda empat belum signifikan.

Pantauan di beberapa SPBU wilayah dalam kota menunjukkan kendaraan roda dua mendominasi antrean. Meski demikian, mobil pribadi dan kendaraan roda empat lainnya juga tampak lebih ramai dibanding hari biasa.

"Beli wajar kok, kalau sebelumnya biasanya mengisi tak sampai full tangki, sekarang diisi penuh gitu aja, " kata Ahmad seorang pengendara motor yang sedang antre ngisi di SPBU dalam Kota Lamongan, Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Cadangan BBM Indonesia Sisa 20 Hari, Pengamat Ungkap Dampak Jika Perang AS-Israel vs Iran Tak Mereda

Kemal, salah satu karyawan SPBU di Kota Lamongan, mengakui adanya peningkatan jumlah pembeli dalam dua hari terakhir.

“Memang ada kenaikan pembeli, terutama motor. Kalau dibanding hari biasa, sekarang lebih ramai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ogi, karyawan SPBU lainnya.

Menurutnya, sebagian konsumen terlihat mengisi BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

“Biasanya isi Rp 20 ribu atau Rp 30 ribu, sekarang banyak yang langsung isi full tank,” katanya.

Meski terjadi lonjakan pembelian, hingga saat ini stok BBM di SPBU masih dalam kondisi aman. Tidak ada keterlambatan pasokan maupun kekosongan untuk jenis pertalite, pertamax, maupun solar.

Polres Lamongan Akan Melakukan Pengawasan Ketat

Menanggapi hal itu, Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid dimintai konfirmasi SURYA, Kamis (5/3/2026) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan.

Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial harus disikapi dengan bijak dan tidak langsung dipercaya tanpa klarifikasi resmi dari pemerintah.

Ia menegaskan, hingga saat ini BBM di wilayah Lamongan masih berjalan normal dan belum ada tanda-tanda kelangkaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Jangan sampai karena informasi yang belum tentu terjadi, justru menimbulkan keresahan dan antrean panjang di SPBU,” ujarnya.

Dikatakan juga bahwa pemerintah Republik Indonesia memiliki mekanisme pengamanan stok energi nasional.

Jika terjadi gangguan pasokan akibat dinamika global, pemerintah dipastikan memiliki langkah antisipasi, termasuk pengaturan distribusi dan penambahan pasokan melalui jalur alternatif.

Ia menambahkan, aparat kepolisian akan melakukan pengawasan ketat untuk mencegah praktik penimbunan atau spekulasi yang dapat merugikan masyarakat.

“Jika ditemukan ada pihak yang sengaja menimbun atau memainkan harga, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.