TRIBUNNEWS.COM - Ada rekor bersejarah yang bisa ditulis Putri Kusuma Wardani alias Putri KW pada babak 16 Besar All England 2026, yang menggelar pertandingan di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (5/3) mulai pukul 17.00 WIB.
Putri KW dijadwalkan melakoni perebutan tiket lolos 18 Besar All England 2026 melawan utusan Korea Selatan, Kim Ga-eun, yang sekiranya dimulai jam 18.00 WIB.
Putri KW memastikan diri melangkah ke 16 Besar melewati hadangan Mia Blichfeldt. (Denmark) secara mulus, dan terbilang tak cukup berkeringat.
Bagaimana tidak, Mia Blichfeldt memutuskan retired setelah mengalami cedera punggung pada set pertama, tepatnya papan skor menunjukkan angka 11-1 untuk keunggulan Putri KW.
Sementara sang calon lawan, Kim Ga-eun, menantang Putri KW berkat kemenangan 0-2 (11-21, 10-21) atas Huang Yu-Hsun (Taiwan).
Jika menilik rekor pertemuan yang sudah tersaji 4 kali di semua event badminton Indonesia, baik Putri KW dan Kim Ga-eun memiliki catatan sama kuat saling mengalahkan. Masing-masing mengemas 2 kemenangan.
Pertemuan terakhir terjadi di Korea Opan tahun lalu. Pada momen tersebut, Putri KW menghadapi Kim Gae-un di babak 8 Besar dan sukses meraih kemenangan 6-21, 15-21.
Harapannya, Putri KW, atlet kelahiran Tangerang 20 Juli 2002 ini kembali bisa meraih kemenangan atas Ga-eun, dan lolos ke 8 Besar.
Jika lolos ke 8 Besar, maka ini menjadi sebuah rekor bersejarah bagi Putri KW yang akan genap berusia 24 tahun pada Juli mendatang.
Dirangkum dari laman BWF, debut kali pertama Putri KW di ajang All England ialah tahun 2025. Pada edisi All England tahun lalu, Putri KW terhenti di babak 16 Besar.
Lawan yang dihadapi kala itu cukup berat, yakni Chen Yufei. Aplaus layak diberikan kepada Putri KW yang mampu memaksa Chen Yufei bermain rubber game, untuk kemenangan 1-2 tunggal putri China tersebut.
Baca juga: Fakta Hasil All England 2026: Sayang Jojo & Alwi Farhan, Tak Ada All Indonesian Final untuk Kalian
Artinya, jika pada All England 2026 bisa menembus 8 Besar atau perempat final, maka ini menjadi rekor bersejarah bagi Putri KW.
Jika membandingkan antara Chen Yufei dengan Kim Ga-eun, Putri KW lebih berpeluang lolos ke 8 Besar pada edisi 2026.
Jika membandingkan dengan edisi 2025, Putri KW memiliki bracket dan calon lawan yang hampir sama untuk lolos ke 8 Besar.
Pada All England 2025, andai Putri KW yang lolos ke 8 Besar, lawan dihadapi adalah tunggal putri andalan Korea Selatan, An Se-young.
Pun dengan All England 2026. Berada di bracket atas, Putri KW, diskenariokan lolos ke 8 Besar, lawan yang dihadapi adalah pemenang duel An Se-young vs Lin Hsiang-ti (Taiwan).
Secara persentase kemenangan, An Se-young sebagai unggulan pertama di All England 2026 plus statusnya sebagai juara bertahan, akan mudah lolos ke 8 Besar.
Menjadi sesuai yang hampir mustahil untuk mengalahkan An Se-young, tanpa mengerdilkan kemampuan dan kualitas An Se-young.
Faktanya, tunggal putri Negeri Ginseng itu memang nyaris tak mengenal kekalahan dalam setiap turnamen.
Dikatakan "Mission Impossible" Putri KW memulangkan An Se-young di 8 Besar All England 2026, karena merujuk data pertemuan keduanya.
Menukil dari sumber yang sama, jika terealisasi bersuai di 8 Besar, maka menjadi pertemuan kesembilan Putri KW vs An Se-young di semua turnamen.
Dari delapan pertemuan sebelumnya, An Se-young selalu meraih kemenangan.
Pada pertemuan terakhir babak 8 Besar India Open 2026, An Se-young tanpa menemui kesulitan berarti menyingkirkan Putri KW lewat skor 21-16 dan 21-8.
Akan menjadi sebuah rekor bersejarah lain bagi Putri KW jika secara sensional dia bisa menyingkirkan An Se-young yang dikenal sebagai Ratu Badminton saat ini.
(Tribunnews.com/Giri)