Biodata Muhammad Suryo Bos Rokok HS, Tanggung Biaya Pendidikan Korban Kecelakaan yang Ditabraknya
Rusaidah March 05, 2026 12:40 PM

 

POSBELITUNG.CO -- Insiden kecelakaan terjadi di ruas Jalan Wates–Purworejo, tepatnya Palihan, Temon, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Kecelakaan tersebut melibatkan bos rokok HS, Muhammad Suryo dan istrinya, Anis Syarifah, dengan Aab Abdullah bersama putranya, Deva (10).

Istri Muhammad Suryo, Anis Syarifah, meninggal dunia dalam insiden kecelakaan tersebut.

Sementara Aab Abdullah dan putranya, Deva (10), masih menjalani perawatan intensif di RSUD Wates.

Muhammad Suryo sendiri masih terbaring di bangsal RS Jogjakarta International Hospital (JIH).

Dipertemukan secara virtual dengan Aab Abdullah, bos rokok HS ini menawarkan ikatan kekeluargaan kepada pihak korban.

Baca juga: Biodata Fairuz A Rafiq, Syok Fadia Arafiq Kena OTT KPK, Ogah Dikaitkan dengan Kasus Sang Kakak

Suryo mengatakan seluruh biaya pengobatan Aab dan Deva akan ditanggung pihaknya hingga pulih total.

Bahkan, Deva dijanjikan beasiswa pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.

Biodata Muhammad Suryo

Muhammad Suryo merupakan bos rokok HS.

Melansir dari TribunLampung.co.id, sosoknya adalah salah satu pebisnis muda sekaligus CEO Surya Group Holding Company.

Muhammad Suryo yang dikenal sebagai bos rokok HS menerima penghargaan Alumni Peduli dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

Apresiasi tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-67 yang digelar pada Sabtu malam (13/12/2025).

Suryo dinilai layak menerima penghargaan karena dianggap sebagai alumni yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan nasional.

Antara lain melalui penciptaan lapangan pekerjaan serta kontribusinya dalam mendukung berbagai kegiatan kumpus.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Rektor UPN Yogyakarta, Mohamad Irhas Effendi, dalam acara Dies Natalis ke-67 yang berlangsung di Auditorium WR Supratman.

"Alumni yang malam ini mendapatkan penghargaan kategori Alumni Peduli adalah mas Suryo (Muhammad Suryo)."

"Kami menyampaikan terimakasih atas dedikasinya pada masyarakat dan pada UPN," ucap Mohamad Irhas dikutip dari TribunJogja, Senin (2/3/2026).

Alumni Fakultas Pertanian UPN itu tak menyangka bakalan mendapat penghargaan dari kampus tercinta.

"Saya tidak menyangka dapat penghargaan ini, karena dulu saat kuliah itu saya hanya mahasiswa biasa. Bahkan termasuk mahasiswa kategori kere yang untuk kuliah dan hidup sehari-hari sangat susah," ucap Suryo seusai menerima penghargaan.

Perjalanan Hidup Suryo

Kisah hidup Suryo berawal dari kondisi yang serba terbatas.

Ia meninggalkan kampung halamannya di Bengkulu untuk merantau, lalu tinggal di kamar kos berukuran 3x3 meter bersama tiga orang lainnya.

Baca juga: Biodata Shinta Bachir, Pasang Badan untuk Inara Rusli, Ungkap Pernah jadi Istri Pertama dan Kedua

Untuk beristirahat, ia hanya beralaskan karpet karena belum mampu membeli tempat tidur, dan setiap hari pergi ke kampus menggunakan bus maupun angkutan umum.

Demi mencukupi kebutuhan, Suryo menjalani berbagai pekerjaan sampingan, mulai dari berjualan air galon isi ulang hingga bekerja sebagai sopir rental.

Kini, bisnis yang dirintisnya berkembang pesat.

Ia mengelola sejumlah usaha besar, seperti rokok HS, bidang konstruksi, perkebunan, pertambangan, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.

Dari sisi ketenagakerjaan, perusahaannya saat ini mempekerjakan lebih dari 3.000 karyawan.

Bahkan pada 2026, ditargetkan ada penambahan 10.000 tenaga kerja baru di pabrik rokok HS.

Suryo masih mengingat jelas masa-masa awalnya saat merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta pada 2002.

Baca juga: Kalender Maret 2026, Bulan Paling Banyak Hari Libur, Berikut Daftarnya

Saat itu, ia hidup sederhana di kamar kos kecil bersama tiga penghuni lain, tidur tanpa kasur, dan mengandalkan transportasi umum untuk beraktivitas.

Kronologi Kecelakaan

Muhammad Suryo, bos rokok HS kecelakaan saat naik Harley Davidson di Kulon Progo bersama istrinya.

Muhammad Suryo yang mengendarai sepeda motor Harley-Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah, terlibat tabrakan dengan pengendara Yamaha Jupiter MX.

Kabar mengenai insiden tersebut ramai beredar di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @Andreli_48.

Dalam unggahan itu, saksi bernama Pratman menyampaikan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Peristiwa bermula ketika Muhammad Suryo melaju dari arah timur ke barat dengan membonceng istrinya menggunakan motor Harley-Davidson.

Di saat bersamaan, pengendara Jupiter MX diketahui berupaya menyeberang jalan dari arah selatan menuju utara.

"Tadi Harley-nya mau nyalip kendaraan di depannya (ambil kanan). Korban (Jupiter MX) dari selatan mau nyeberang, langsung ketabrak."

"Tadi anak kecilnya (penumpang Jupiter MX) langsung terlempar ke selokan (saluran dituangkan di samping jalan). Pengendara dan pembonceng Harley-nya juga terlempar ke saluran irigasi,” tulis Pratman dikutip dari unggahan akun @Andreli_48 di Instagram.

Karena jarak antar kendaraan sangat dekat, benturan pun tidak dapat dihindari.

Sepeda motor Harley-Davidson bernomor polisi Z 5050 MRS baru berhenti setelah terseret hingga puluhan meter dari titik kecelakaan.

Akibat hantaman yang begitu keras, penumpang motor tersebut terjatuh dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Rizki Amalia.

Sementara itu, sang suami berinisial S mengalami kondisi kritis dan dirujuk ke RS Jogja International Hospital.

Adapun pengendara Yamaha Jupiter MX mengalami patah tulang pada kaki kanan, sedangkan anak yang diboncengnya juga mendapatkan perawatan di RSUD Wates, Kulon Progo.

Kondisi Terkini

Korban yang ditabrak Suryo, Aab Abdullah dan putranya, Deva (10), masih menjalani perawatan intensif di RSUD Wates.

Sementara Suryo masih terbaring di bangsal RS Jogjakarta International Hospital (JIH), sekitar 40 kilometer dari lokasi perawatan korban.

Dengan selang oksigen terpasang, Suryo membuka percakapan dengan permintaan maaf yang disampaikan berulang kali.

"Pak, saya mohon maaf atas kejadian kemarin," ucap Suryo berulang kali via video call.

Aab pun membalas dengan nada bicara yang lirih, "Saya juga minta maaf, Pak."

Suasana haru tak terhindarkan. Terlebih, Suryo baru saja kehilangan istrinya dalam insiden tersebut.

Dalam kondisi berduka, ia justru menawarkan ikatan kekeluargaan kepada pihak korban.

"Saya sudah kehilangan istri. Kita jadi keluarga ya, Bu. Rumah saya terbuka untuk semua keluarga," ujar Suryo kepada istri Aab, Suryati Julia Wijayanti, yang tersambung melalui layar ponsel, dilansir dari Kompas.com, Selasa, (3/2/2026).

Komitmen tak berhenti pada kata-kata. Perwakilan keluarga Suryo, Dandan Jaya Kartika, menegaskan seluruh biaya pengobatan Aab dan Deva akan ditanggung hingga pulih total.

Bahkan, Deva dijanjikan beasiswa pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.

Kerugian material pun akan diganti sepenuhnya. Sepeda motor korban tidak sekadar diperbaiki, melainkan akan diganti dengan unit baru.

Di tengah percakapan penuh emosi itu, Suryo kembali memohon agar hubungan kedua keluarga tetap terjalin.

"Jangan putus, jangan putus. Tetap silaturahmi ya, Mas. Saya sudah kehilangan istri, jadi silaturahmi kita jangan sampai terputus ya, Pak," kata Suryo sambil menahan tangis.

Suryati yang berada di sisi suaminya tak kuasa membendung air mata.

Ia menyatukan kedua tangan memberi salam namaste, mendoakan kesembuhan Suryo sekaligus menyampaikan permohonan maaf dari pihak keluarganya.

Kondisi medis keempat korban pun perlahan menunjukkan perkembangan.

Dandan menyampaikan bahwa tindakan operasi terhadap Aab dan Deva telah dilakukan.

“Alhamdulillah kondisinya sudah jauh lebih baik. Kami sempat bertemu dengan dokter, dan dijelaskan bahwa seluruh tindakan medis yang diperlukan sudah dilakukan, termasuk operasi,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi Suryo sendiri disebut semakin stabil meski belum dapat beraktivitas normal.

“Pak Suryo sudah stabil, tapi mobilitasnya belum pulih sepenuhnya,” katanya.

Aab diketahui sehari-hari berjualan seblak dan nasi goreng, sedangkan Deva merupakan siswa sekolah dasar yang aktif di sekolah sepak bola.

Keduanya mengalami patah tulang serius akibat benturan.

(Bangkapos.com/Grid.id/TribunnewsMaker.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.