BMKG Umumkan Tiga Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Sangat Lebat dari Jawa, Bali hingga NTT, Waspada!
Adiana Ahmad March 05, 2026 12:45 PM

POS-KUPANG.COM – Tiga bibit siklon tropis yajkni 90S, 92P dan 93S memicu hujan sangat lebat yang disertai angin kencang mulai dari Jawa, Bali hingga NTT. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mengimbau warga yang mendiami wilayah tersebut agar waspada terhadap kondisi cuaca tersebut. 

Berdasarkan data prakiraan cuaca terbaru, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara masuk dalam kategori waspada tinggi akibat intensitas curah hujan yang meningkat signifikan. 

BMKG menyebut tiga bibit siklon tropis tersebut aktif di titik yang berbeda. Satu berada di Samudra Hindia, satu di sekitar Australia, dan satu lagi di dekat Papua bagian selatan.

 

BMKG menyebut pemantauan dilakukan intensif sepanjang hari. Masyarakat diminta tetap tenang, namun menaikkan level kewaspadaan saat aktivitas luar ruang, perjalanan, atau kegiatan di laut.

 

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dikutip dari Antara.

Baca juga: Daftar Wilayah Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem Hari Ini: NTT Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Berikut Posisi Bibit Siklon Trois 90S, 92P dan 93S

Poisis Bibit Siklon Tropis 90S di selatan Banten–Jawa Barat

Bibit Siklon Tropis 90S terdeteksi di Samudra Hindia, selatan Banten hingga Jawa Barat. Lokasi ini kerap menjadi jalur pembentukan sistem cuaca yang bisa “menarik” uap air menuju daratan Jawa.

BMKG menilai Bibit Siklon Tropis 90S punya peluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 48 jam. Jika menguat, pola angin di sekitarnya bisa berubah cepat dan memengaruhi sebaran hujan.

Posisi Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut Australia dan 92P di Teluk Carpentaria

Bibit Siklon Tropis 93S terpantau di barat laut daratan Australia. Bibit Siklon Tropis 92P terpantau di Teluk Carpentaria, sebelah selatan Papua Selatan.

Keduanya dinilai berpeluang rendah menjadi siklon tropis. Meski begitu, BMKG menekankan dampak tidak langsung tetap mungkin terjadi, terutama pada kondisi angin dan gelombang di wilayah yang terhubung oleh pola tekanan udara.

Dampak 3 Bibit Siklon Tropis 

Gradien tekanan menguat, angin permukaan ikut naik

Kemunculan tiga bibit ini meningkatkan gradien tekanan udara, sehingga kecepatan angin permukaan cenderung menguat. Saat angin mengencang, massa udara dapat terkumpul pada area tertentu dan mendorong pembentukan awan hujan.

Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia. Laut hangat adalah “bahan bakar” yang membantu pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang hujan lebat.

Baca juga: Siklon Tropis Penha di Utara Indonesia Picu Hujan Sedang - Lebat di NTT

Konfluensi dari Bali sampai NTT memperbesar peluang hujan

BMKG juga mengamati terbentuknya area pertemuan angin atau konfluensi di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Pertemuan angin membuat udara terdorong naik, lalu memadat menjadi awan yang lebih aktif.

Ketika konfluensi bertahan beberapa hari, hujan tidak hanya datang sebentar.

Potensi genangan hingga banjir lokal bisa meningkat, terutama pada wilayah dengan drainase dan lereng yang rentan.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat

Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprediksi akan terkonsentrasi di wilayah bagian barat dan tengah Indonesia. Berikut adalah rincian wilayahnya:

Bali: Potensi hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang.

Banten: Potensi hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang.

Bengkulu: Potensi hujan lebat-sangat lebat.

DKI Jakarta: Potensi hujan lebat-sangat lebat.

DI Yogyakarta: Potensi hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang.

Jawa Barat: Potensi hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang.

Jawa Tengah: Potensi hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang.

Jawa Timur: Potensi hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang.

Kepulauan Bangka Belitung: Potensi hujan lebat-sangat lebat.

Nusa Tenggara Barat (NTB): Potensi hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang.

Nusa Tenggara Timur (NTT): Potensi hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang.
Sumatera Selatan: Potensi hujan lebat-sangat lebat.

Baca juga: Bibit Siklon 91S di Selatan Sumbawa Berpotensi jadi Badai Tropis, NTT, NTB, Bali Waspada Hujan Lebat

Daftar Wilayah Potensi Hujan Sedang hingga Lebat

Selain wilayah dengan kategori sangat lebat, BMKG juga memetakan daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang meliputi:

Sumatera: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Lampung (disertai angin kencang).

Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah (disertai angin kencang), Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Sulawesi: Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Maluku & Papua: Maluku (disertai angin kencang), Maluku Utara, Papua (disertai angin kencang), Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Gorontalo: Hujan sedang hingga lebat.

Peringatan Angin Kencang

Beberapa wilayah tercatat hanya berpotensi mengalami angin kencang meskipun intensitas hujan tidak setinggi wilayah lain. Daerah tersebut meliputi:

Kalimantan Selatan

Sulawesi Selatan

Mengingat tingginya risiko cuaca ekstrem ini, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap dampak sekunder yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat angin kencang.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Pastikan untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Area berisiko angin kencang

Potensi angin kencang disebut mengintai Bali, DI Yogyakarta, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, serta pesisir selatan Papua Selatan. Angin kencang dapat memicu pohon tumbang, gangguan pelayaran, dan gelombang yang membesar.

BMKG mengimbau pemangku kepentingan di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan beberapa hari ke depan dan memperhatikan pembaruan informasi cuaca resmi. Titik rawan seperti pesisir, jalur penyeberangan, dan kawasan perbukitan disarankan memantau kondisi lebih sering. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.