TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Gubernur sumut Bobby Nasution menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Padangsidimpuan siap sebelum Tahun Ajaran Baru 2026.
Dikatakan Bobby Nasution, jika tidak ada halangan, maka Sekolah Rakyat di Padang Sidimpuan sudah dapat menerima siswa baru pada Juli 2026 mendatang.
Menurut Bobby Nasution Pembangunan Sekolah Rakyat di Padang Sidimpuan tersebut telah dimulai sejak akhir 2025.
“Ditargetkan selesai tahun ajaran baru, bulan Juli ditargetkan sudah bisa menerima siswa-siswi baru,"jelasnya, Kamis (5/3/2026).
Diterangkannya, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang telah berjalan sejak 2025. Program ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan gratis dan berkualitas.
"Sekolah Rakyat Padangsidimpuan nantinya akan menerima siswa jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA," katanya.
Nantinya, kata Bobby, sekolah ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, di antaranya lapangan olahraga, asrama, gedung ibadah, serta sarana penunjang lainnya.
"Berterima kasih, adanya Sekolah Rakyat di Sumatera Utara, ini di Kota Padangsidimpuan,”jelasnya.
Diketahui, Gubernur Sumut Bobby Nasution menggelar safari Ramadan ke beberapa kab/kota. Satu diantaranya Kota Padang Sidimpuan.
Dalam kegiatan safari, Bobby meninjau beberapa tempat diantaranya persiapann sekolah rakyat di Padang Sidimpuan
Diketahui juga, Sekolah Rakyat Padang Sidimpuan sempat jadi polemik. Karena lahan sekolah rakyat ini digabung dengan sekolah yang masih aktif di Padang Sidimpuan.
Sejumlah siswa dan guru juga sempat berkunjung ke Kantor Pemprov Sumut dan bertemu dengan Bobby Nasution untuk menanyakan penjelasan lahan sekolah mereka digabung dengan sekolah rakyat. Sehingga para siswa di sana bakal digusur.
Namun saat itu Bobby membatah bakal mengusir para siswa. Hanya ada kesalahpahaman komunikasi.
Sebelumnya, Pembangunan sekolah rakyat tahap II Sumatera Utara dilakukan di lima lokasi. Pembangunan tahap dua ini menghabiskan anggaran Rp 1,2 Triliun.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU, Kurniawan mengatakan, saat ini persentase pengerjaan gedung-gedung masih di bawah 10 persen.
Menurutnya, pembangunan tahap dua ini, adalah bangunan Sekolah Rakyat yang permanen. Berbeda dengan pembangunan tahap satu.
Lokasinya ada di lima kab/kota Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan
Kelima sekolah rakyat ini, rata-rata pembangunannga menyesuaikan lokasi Sekolah Rakyat tahap satu
Sementara di tahun 2025, Sumatera Utara sudah berjalan enam Sekolah Rakyat dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 25 kelas dan total siswa sebanyak 625 orang.
Sedangkan lokasi Sekolah Rakyat di enam kabupaten/kota di Sumut, yakni di Medan dua Sekolah Rakyat masing-masing di Sentra Bahagia Kementerian Sosial RI serta di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas.
Kemudian, Sentra Insyaf Kementerian Sosial RI di Deli Serdang, Kampus V Universitas Islam Negeri Sumut di Tebing Tinggi, Kompleks SMKN Pertanian Padangsidimpuan, dan eks Balai Latihan Kerja di Tapanuli Selatan.
(Cr5/tribun-medan.com)