BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dua nelayan Tabunganen, Kabupaten Baritokuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), terdampar di pesisir Pantai Batu Lima Desa Kualatambangan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kamis (5/3/2026) siang.
Kelotok kecil yang mereka tumpangi terbalik dam karam setelah diterjang gelombang besar. "Sekitar pukul 10.00 Wita kejadiannya," papar Kades Kualatambangan H Zainuddin.
Kedua nelayan tersebut adalah Anang Ali (56) dan Adnan (46). Keduanya dalam perjalanan pulang dari Desa Batakan Kecamatan Panyipatan menuju Tabunganen.
Sebelumnya sekitar sepekan, Anang dan Adnan bekerja melaut di perairan sekitar wilayah Batakan.
Namun ketika melintasi perairan dekat Pantai Batu Lima, kelotok yang mereka tumpangi dihantam gelombang besar hingga terbalik dan karam.
"Saat ini gelombang di perairan laut memang masih besar," sebut Zainuddin.
Baca juga: Otak Pelaku Begal Bermodus Umpan Wanita Dibekuk Polisi di Rumah Kos, Diburu Selama Setahun
Baca juga: Apresiasi Penutupan Sementara SPPG, Ketua Komisi I DPRD HST: MBG Jangan Jadi Ajang Cari Untung
Ia mengatakan begitu mengetahui hal itu, warganya segera membantu proses evakuasi.
Kedua nelayan itu selamat dan baik-baik saja meski tubuh mereka penuh lumpur. Pesisir pantai Batu Lima memang terselubungi lumpur.
“Lokasi tenggelamnya sekitar dua mil dari bibir pantai,” ujar Zainuddin.
Setelah berhasil dievakuasi, Anang Ali dan Adnan kemudian beristirahat di Kantor Desa Kualatambangan sambil membersihkan diri.
Apakah keduanya hendak pulang melalui jalur darat? "Belum. Mereka masih hendak menarik kelotoknya dulu," papar Zainuddin.
Meski demikian, berbagai perlengkapan melaut yang mereka bawa dilaporkan hilang terbawa arus.
“Barang-barang habis semua, seperti alat tangkap dan perlengkapan melaut lainnya,” jelas Zainuddin.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)