Trump Tolak Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Iran Pasca Rezim, Pilih Figur dari Dalam Negeri Lebih Tepat
AMALIA PURNAMA SARI March 05, 2026 04:42 PM

- Presiden AS Donald Trump menolak Reza Pahlavi sebagai calon pemimpin baru Iran. 

Penolakan ini muncul setelah kabar tewasnya calon pengganti sekaligus putra dari pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei.

Trump beranggapan dirinya memiliki calon pengganti Khamenei dari figur dalam negeri yang dinilai lebih tepat memimpin Iran.

Trump mengatakan banyak kandidat pemimpin Iran telah tewas dalam kampanye militer AS-Israel yang sedang berlangsung.

Dilansir dari The Times of Israel pada Kamis (5/3), Trump menyampaikan hal ini di Ruang Oval Gedung Putih di hadapan sejumlah wartawan. 

Trump menjelaskan banyak pejabat Iran yang sebelumnya dianggapnya sebagai calon pemimpin baru kini telah tewas akibat serangan militer.

“Sebagian besar orang yang kami maksud sudah meninggal,” kata Trump. “Sekarang kita punya kelompok lain, mereka mungkin juga sudah meninggal, berdasarkan laporan. Jadi, gelombang ketiga akan datang. Sebentar lagi, kita tidak akan mengenal siapa pun.”

Trump menegaskan bahwa Reza Pahlavi, putra mantan Shah Iran, tidak pernah dipertimbangkan secara serius oleh pemerintahannya untuk memimpin Iran.

Menurut Trump, Pahlavi bukan figur utama yang dilihat Washington untuk mengambil alih kepemimpinan jika pemerintahan Iran runtuh.

“Itu bisa terjadi. Kita tidak ingin itu terjadi,” tambah Trump. “Anda melewati ini, dan kemudian dalam lima tahun Anda menyadari bahwa Anda menempatkan seseorang yang tidak lebih baik.” 

Trump mengakui pemerintahannya berusaha menghindari skenario terburuk di mana pemimpin baru Iran justru sama buruknya dengan pemimpin sebelumnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Katz memperingatkan bahwa Israel akan menargetkan siapa pun yang memimpin Republik Islam Iran jika tetap mengancam Israel, pada Rabu (4/3).

“Pemimpin mana pun yang ditunjuk oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas serta negara-negara di kawasan ini, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi,” kata Katz. “Tidak masalah siapa namanya atau di mana dia bersembunyi,” tambahnya.

Israel menegaskan bahwa siapa pun pemimpin Iran yang terus mengancam Israel dan sekutunya akan menjadi target eliminasi, tanpa memandang lokasi atau identitasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.