Laporan Reporter TribunFlores.Com, Cristin Adal
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Puteri Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026, Melisa Sonia Foris, membawa misi advokasi kesehatan anak saat melangkah ke panggung nasional ajang Puteri Indonesia 2026.
Dokter muda berusia 25 tahun ini menaruh perhatian pada isu kesehatan anak, terutama pencegahan stunting dan deteksi dini penyakit bawaan.
Melisa yang merupakan salah satu dari 45 finalis nasional Puteri Indonesia 2026 mengatakan, advokasi yang diusungnya bertajuk Forward, sebuah gerakan yang menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan anak sebagai generasi masa depan bangsa.
“Untuk ke depannya di Puteri Indonesia, saya membawa advokasi dengan tagline berjudul Forward. Furthering the hope of Indonesia's youth for a better future,” kata Melisa saat berkunjung ke almamaternya, SMAK Frateran Maumere, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Wakili NTT di Puteri Indonesia 2026, Melisa Sonia Foris Kunjungi Almamater SMAK Frateran Maumere
Menurut Melisa, program tersebut berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan anak sejak usia dini.
“Untuk Forward ini sebenarnya berfokus pada kesehatan anak. Salah satunya seperti stunting, yaitu kurangnya asupan gizi pada anak berusia sampai dua tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa masalah kesehatan anak tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga pada perkembangan intelektual dan masa depan mereka.
“Hal ini bukan hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga intelektual anak, bagaimana prestasi di sekolah dan bagaimana suatu saat nanti dia bekerja,” katanya.
Selain stunting, Melisa juga menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap penyakit bawaan pada anak, seperti beta thalassemia dan penyakit jantung bawaan.
“Bukan hanya stunting, kita juga fokus pada kesehatan anak dan pencegahan serta deteksi dini kelainan bawaan seperti beta thalassemia dan penyakit jantung bawaan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, perhatian terhadap isu kesehatan anak muncul dari pengalaman pribadinya saat menjalani praktik sebagai dokter.
“Untuk fokus ke kesehatan anak itu sebenarnya dari pengalaman pribadi. Saat praktik, saya menemukan banyak sekali kasus yang sebenarnya bisa dicegah sebelum anak itu menjadi sakit,” kata Melisa.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika menemukan seorang anak yang baru diketahui menderita beta thalassemia setelah mengalami anemia berat.
“Saya pernah menemukan kasus beta thalassemia pada anak kelas 6 SD. Penyakit itu baru diketahui saat kondisi sudah anemia berat, dengan hemoglobin hanya empat,” tuturnya.
Menurut Melisa, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan anak masih perlu ditingkatkan.
“Masih minim kesadaran tentang kesehatan anak. Karena itu saya merasa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus lebih kita perhatikan,” katanya.
Dalam ajang Puteri Indonesia nanti, Melisa juga berencana memperkenalkan potensi daerah asalnya di Flores, termasuk budaya dan pariwisata.
Ia mengaku akan mempromosikan kain tenun serta sejumlah destinasi wisata di Flores melalui berbagai materi promosi dalam kompetisi tersebut.
“Untuk pariwisata tentu juga akan kami angkat. Kami akan membawa kain tenun dan mempromosikan beberapa destinasi di Flores,” ujarnya.
Melisa pun memohon dukungan masyarakat NTT agar dapat memberikan hasil terbaik di panggung nasional.
“Saya mohon dukungan dan doa dari Bapak, Mama, Om, Tante, Kakak, Adik semua, semoga bisa memberikan yang terbaik untuk NTT tersayang,” katanya.