Isu BBM Langka di Bener Meriah Akibat Konflik Timur Tengah Dipastikan Hoaks, Pertamina: Stok Aman
Mawaddatul Husna March 05, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Aksi borong Bahan Bakar Minyak (BBM) atau disebut panic buying melanda Kabupaten Bener Meriah menyusul pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait ketahanan stok BBM nasional. 

Meski Bahlil menyatakan stok aman untuk 20 hari ke depan, informasi tersebut justru ditangkap berbeda oleh masyarakat yang khawatir akan dampak konflik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil pada Senin (2/3/2026) di Istana Presiden, merespons ketegangan antara Amerika Serikat- Israel dengan Iran. 

Alih-alih menenangkan, isu cadangan energi ini memicu kekhawatiran warga akan terjadinya kelangkaan dalam waktu dekat.

Pantauan di lapangan sejak Rabu (4/3/2026) hingga hari ini, Kamis (5/3/2026) menunjukkan warga terus memadati area pengisian bahan bakar di SPBU Pante Raya.

Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang terlihat mengular hingga ke bahu jalan raya.

Tak hanya di SPBU dan Pertashop, pedagang BBM eceran jenis Pertamax turut diserbu warga yang didominasi kaum ibu-ibu. 

Para pembeli terlihat membawa jeriken hingga kantong plastik untuk menampung BBM.

Pertamina: Informasi Kekosongan BBM Hoaks

Pertamina memastikan proses penyaluran energi ke wilayah Bener Meriah tetap berjalan normal tanpa kendala.

Hingga saat ini, belum ada instruksi atau perubahan regulasi penyaluran dari Pertamina Patra Niaga (PPN).

Kemudian ia menegaskan bahwa operasional di SPBU masih berlangsung seperti biasa dan meminta masyarakat tidak terjebak informasi yang menyesatkan.

Klarifikasi ini sejalan dengan pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya meluruskan isu terkait ketahanan stok BBM nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Bahlil menekankan bahwa narasi stok nasional hanya cukup untuk 20 hari bukan merupakan tanda kondisi darurat, melainkan gambaran kapasitas daya tampung (storage) yang dimiliki Indonesia saat ini. 

Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

​Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas sumbernya.

Warga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru berpotensi memicu antrean panjang yang tidak perlu di lapangan. 

Pemerintah memastikan bahwa informasi resmi mengenai ketersediaan energi akan terus disampaikan melalui kanal komunikasi berwenang. (*)

Baca juga: Bantuan Daging Meugang Prabowo Diduga Dimark-up, DPRK Bener Meriah Didemo Massa

Baca juga: Panic Buying, Usai Tarawih Ribuan Warga Bener Meriah Serbu SPBU

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.