Anak 12 Tahun Buang Adiknya yang Baru Berusia 2 Hari di Pejaten: Ibu Saya Meninggal saat Melahirkan
Feryanto Hadi March 05, 2026 05:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Sebuah kisah tragis terjadi di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Warga menemukan seorang bayi yang baru lahir teronggok di sebuah jalan.

Bayi itu diduga dibuang oleh anak berusia 12 tahun yang tak lain adalah kakaknya.

Anak itu meletakkan bayi di sebuah gerobak nasi uduk, Selasa (3/3/2026) sore.

Di dalam tas belanja hitam yang menyertai bayi itu, ditemukan sepucuk surat berisi permintaan tolong.

Kapolsek Pasar Minggu, Anggiat Sinambela, mengatakan bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diperkirakan berusia dua hari.

 Perkiraan itu merujuk pada keterangan tertulis yang terdapat dalam surat yang ditemukan di lokasi.

Baca juga: Polisi Cari Bocah 12 Tahun yang Tinggalkan Bayi Baru Lahir di Gerobak Nasi di Pasar Minggu Jaksel

“Bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia dua hari berdasarkan tulisan di kertas yang dituliskan oleh seorang berinisial Z yang diduga dengan sengaja menelantarkan bayi di TKP,” ujar Anggiat dalam keterangannya, Selasa.

Dalam surat tersebut, penulis yang mengaku berinisial Z menyebut dirinya berusia 12 tahun dan merupakan kakak dari bayi yang lahir pada Senin (2/3/2026).

Ia juga mencantumkan nama lengkap sang adik, AR.

“Adik saya lahir 2 Maret 2026,” tulisnya.

 Z menjelaskan bahwa ibu mereka meninggal dunia ketika melahirkan.

Karena itu, ia memohon kepada siapa pun yang menemukan bayi tersebut agar bersedia merawatnya.

“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Z ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan,” demikian bunyi surat itu.

Di bagian akhir, Z menyampaikan harapan agar adiknya dibesarkan dengan kasih sayang dan tidak mengalami masa depan seperti dirinya.

“Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjungi dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, Terima kasih,” tulisnya.

Kronologi Penemuan Bayi

Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Dinda.

Ia mengaku mendengar suara tangisan bayi saat berada di lantai dua rumahnya.

Menurut keterangan polisi, sumber suara itu berasal dari gerobak nasi uduk yang terparkir di depan rumahnya.

“Saksi Dinda mendengar suara tangisan bayi dari arah gerobak yang berada di depan rumah,” kata Anggiat. 

Bayi itu kemudian dibawa masuk ke rumah untuk diamankan sebelum pihak kepolisian dihubungi.

Selain surat, di dalam tas juga ditemukan perlengkapan bayi berupa sekotak susu formula berwarna merah, tisu basah, serta sepasang sarung tangan bayi warna biru.

Bayi tersebut selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk mendapatkan penanganan awal sebelum diserahkan kepada Dinas Sosial.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut.

Aparat telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa ini secara menyeluruh.

Kesaksian Ati: Bukan Anak-Anak, Tapi Pria Dewasa

Ati (53), seorang warga yang tinggal tepat di depan lokasi, mengungkapkan kesaksian yang berbeda.

Ia melihat seorang pria dewasa berjaket cokelat muda menenteng tas belanja hitam masuk ke ujung gang sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca juga: Kapolres Metro Tangerang Kota Janji Ungkap Kasus Temuan Bayi Laki-laki di TPS Maulana Hasanudin

Tak lama kemudian, pria itu kembali tanpa tas di tangannya, sibuk berkutat dengan ponselnya.

"Bukan anak-anak, tapi orang dewasa," tegas Ati, Kamis (5/3/2026).

Hal ini memicu dugaan apakah surat tersebut merupakan upaya pengalihan tanggung jawab atau memang ada skenario lain di balik penelantaran bayi AR.

Respon Cepat Wagub Rano Karno: Anak Ini Tidak Salah Datang

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan respon hangat sekaligus tegas saat ditemui di Balai Kota.

Sosok yang akrab disapa Bang Doel ini memastikan Pemprov DKI melalui Dinas Sosial telah bergerak untuk menjamin perlindungan bagi sang bayi.

"Mudah-mudahan anak ini tidak salah datang. Di Jakarta, Dinas Sosial akan turun langsung menanggulangi. Saya berterima kasih kepada media yang mengekspos ini, sehingga kita bisa cepat mengantisipasi," ujar Rano.

Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan tinggal diam terhadap persoalan sosial yang melibatkan keselamatan anak di bawah umur.

Saat ini, bayi AR telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pasar Minggu dan sedang dalam pengawasan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.