TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah kisah memilukan terungkap di balik redupnya lampu jalan di kawasan Pejaten, Pasar Minggu. Bukan karena tindak kriminal biasa, melainkan potret keputusasaan seorang bocah berusia 12 tahun berinisial Z, yang terpaksa mengambil keputusan paling berat dalam hidupnya, berpisah selamanya dengan adik kandungnya yang baru lahir.
Peristiwa ini bermula di sebuah gang sempit di Jalan Pejaten Raya, Selasa (3/3/2026) sore. Di atas sebuah gerobak nasi uduk yang sederhana, ditemukan sesosok bayi perempuan mungil yang terbungkus dalam tas belanja hitam. Bersamanya, terselip secarik kertas berisi pesan yang sanggup menyayat hati siapa pun yang membacanya.
Di dalam tas belanja tersebut, selain susu bayi dan perlengkapan sederhana lainnya, Z meninggalkan wasiat tertulis. Ia memperkenalkan diri sebagai kakak dari bayi yang ia beri nama AR. Melalui goresan penanya, Z mengungkap alasan pedih di balik keputusannya.
“Adik saya lahir 2 Maret 2026,” tulis Z dalam surat tersebut.
Kehilangan sang ibu saat persalinan menjadi pukulan telak yang membuat bocah 12 tahun ini kehilangan arah. Tanpa dukungan orang dewasa, Z merasa tak punya pilihan lain demi kelangsungan hidup adiknya.
“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Z ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan,” tulisnya lagi.
Z seolah sadar akan keterbatasannya. Ia tidak ingin adiknya tumbuh dalam kesulitan yang sama seperti yang ia alami sekarang. Dengan keteguhan hati yang luar biasa untuk anak seusianya, ia menyatakan tidak akan pernah muncul lagi di kehidupan sang adik agar bayi tersebut bisa memulai hidup yang baru.
“Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjungi dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, Terima kasih,” pungkas Z dalam surat itu.
Baca juga: Misteri Sosok Zidan, Bocah 12 Tahun yang Diduga Buang Bayi di Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu
Kehadiran bayi AR pertama kali disadari oleh seorang warga bernama Dinda. Sore itu, dari lantai dua rumahnya, Dinda mendengar suara tangisan bayi yang samar namun terus-menerus. Setelah ditelusuri, suara itu berasal dari sebuah gerobak nasi uduk yang terparkir di depan rumah.
Kapolsek Pasar Minggu, Anggiat Sinambela, mengonfirmasi bahwa saat ditemukan, bayi tersebut dalam kondisi sehat dan diperkirakan baru berusia dua hari.
“Bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia dua hari berdasarkan tulisan di kertas yang dituliskan oleh seorang berinisial Z yang diduga dengan sengaja menelantarkan bayi di TKP,” jelas Anggiat dalam keterangannya.
Di lokasi, warga juga menemukan tas belanja berisi kebutuhan darurat bayi, mulai dari sekotak susu bayi berwarna merah, tisu basah, hingga sepasang sarung tangan bayi berwarna biru bukti bahwa sang kakak mencoba memberikan yang terbaik yang ia bisa sebelum pergi.
Baca juga: Fakta-fakta Penemuan Bayi di Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu, Pembuang Mengaku Kakak Usia 12 Tahun
Setelah dievakuasi oleh warga, bayi AR langsung dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk pemeriksaan kesehatan. Saat ini, penanganan bayi tersebut telah dialihkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan perawatan yang layak.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini. Petugas tengah menyisir rekaman CCTV di sekitar Jalan Pejaten Raya dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mencari keberadaan Z, bocah 12 tahun yang kini entah di mana. Kasus ini menjadi pengingat bagi publik mengenai pentingnya kehadiran negara dan lingkungan sosial bagi anak-anak yang kehilangan orang tua secara mendadak.