TRIBUNNEWS.COM - Legenda AC Milan, Ricardo Kaka optimis mantan klubnya masih bisa bersaing dengan Inter Milan sampai fase akhir musim.
Saat ini AC Milan tertinggal 10 poin dari Inter Milan yang memimpin klasemen Liga Italia dengan 67 poin.
Pekan ini menjadi kesempatan bagi Rossoneri untuk memangkas karena gap poin tersebut karena keduanya akan bertemu dalam Derby Della Madonnina atau Derby Milan.
AC Milan akan berstatus tuan rumah dalam giornata ke-28 yang akan dimainkan di San Siro pada Senin (9/3/2026) pukul 02.45 WIB nanti.
Rossoneri menang 1-0 di pertemuan pertama. Jika AC Milan menang lagi, akan ada jarak tujuh poin dalam 10 laga terakhir. Itu akan membuka kembali peluang bagi Rossoneri dalam perebutan gelar.
Kaka yang pernah dua periode berseragam Rossoneri atau Merah-Hitam, mengakui situasi klasemen memang tidak mudah bagi Milan. Namun, ia menilai peluang untuk membalikkan keadaan masih terbuka.
"Sensasinya bagus. Kami memang tertinggal sepuluh poin, tetapi saya rasa semuanya masih mungkin, bahkan untuk scudetto," ujar Kaka, dikutip dari Gazzetta.
Baca juga: Kisah Cinta Rafael Leao dan AC Milan Berlanjut, Rossoneri Sodorkan Kontrak Baru
Menurutnya, sepak bola sering menghadirkan kejutan yang tak terduga. Karena itu, ia percaya Milan harus tetap menjaga keyakinan hingga akhir musim.
"Melihat klasemen saat ini memang terasa sangat sulit, tetapi saya sudah melihat banyak hal terjadi dalam sepak bola. Selama masih ada peluang, kita harus percaya," lanjutnya.
Selain membahas peluang Milan, Kaka juga menyinggung gaya permainan tim asuhan Massimiliano Allegri yang kerap mendapat kritik karena dianggap kurang atraktif.
Bagi Kaka, perdebatan antara permainan indah dan hasil akhir memang akan selalu ada dalam sepak bola.
"Saya orang Brasil, jadi saya tahu perdebatan antara jogo bonito dan kebutuhan meraih hasil akan selalu ada. Dalam dunia yang sempurna, keduanya harus berjalan bersama," katanya.
Allegri memang menerapkan gaya permainan pragmatif, namun ini justru membuat Milan menjadi tim yang paling sedikit menelan kekalahan.
Hingga giornata ke-27, Milan baru kalah dua kali, sementara Inter Milan sudah empat kali kalah, meski disatu sisi Milan juga lebih banyak membuang poin karena sembilan kali imbang, berbanding dengan satu imbang untuk Inter.
Kaka pun menilai, Allegri tetap melakukan pekerjaan yang baik karena mampu membawa Milan kembali bersaing di papan atas.
Fakta bahwa Rossoneri kini berada di posisi kedua klasemen membuat Kaka bangga melihat mantan klubnya kembali menjadi penantang serius.
"Saya bangga melihat Milan kembali berada di sana, bersaing untuk gelar dan punya peluang kembali tampil di Eropa," tambahnya.
Baca juga: AC Milan Intip Aset Sassuolo, Tiga Nama Masuk Bursa Transfer, Jay Idzes Tak Dijual?
Di sisi lain, Kaka juga memberikan apresiasi terhadap performa Inter musim ini di bawah pelatih Cristian Chivu. Meski sempat diragukan pada awal penunjukannya, Chivu dinilai mampu membangun tim yang solid.
"Saya melihatnya di Piala Dunia Antarklub musim panas lalu. Saat itu mereka belum tampil maksimal karena masih di awal proyek," kata Kaka.
"Namun sekarang Chivu berhasil membangun tim yang solid di bangku pelatih besar seperti Inter. Itu kejutan yang menyenangkan." kata dia.
Derby della Madonnina kali ini diprediksi kembali menghadirkan duel sengit antara dua raksasa kota Milan.
Bagi Kaka, laga tersebut bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan bagian dari sejarah panjang rivalitas yang selalu menghadirkan emosi, tekanan, dan kemungkinan kejutan.
Dengan jarak poin yang masih cukup jauh di klasemen, kemenangan dalam derby bisa menjadi momentum penting bagi Milan untuk menjaga asa dalam perburuan gelar hingga akhir musim.
(Tribunnews.com/Tio)