MANGGAR, BABEL NEWS - Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Kabupaten Belitung Timur menjamin ketersediaan serta kelayakan daging konsumsi bagi masyarakat menjelang Idulfitri 1447 H. Berdasarkan data sementara, volume pemesanan daging beku diperkirakan mencapai 18,7 ton. Pasokan ini sebagian besar didatangkan dari Jakarta dan Lampung melalui jalur distribusi Bangka guna memastikan rantai pasok tetap terjaga.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distangan Beltim, Therissia Hati menjelaskan, saat ini kebutuhan masyarakat masih didominasi oleh komoditas daging beku. Selain melalui program pemerintah daerah, para pelaku usaha mandiri juga aktif mendatangkan daging sapi dan ayam beku dari luar daerah untuk menutupi tingginya permintaan pasar.
"Pemerintah daerah mengadakan daging beku yang akan disalurkan ke masyarakat, di samping pelaku usaha yang juga mengambil stok beku dari luar," ujar Therissia Hati, Kamis (5/3).
Ia mengakui, untuk stok ternak hidup, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) saat ini menyiagakan sekitar 11 sapi yang siap potong dengan pasokan rutin setiap minggunya. Therissia menyebutkan bahwa meskipun peternak lokal lebih fokus pada stok Iduladha, namun aktivitas pemotongan untuk Idulfitri tetap berjalan intensif.
"Di RPH kita ada stok 11 ekor yang siap potong dan tiap minggu pasti ada pasokan masuk dari luar, seperti Lampung atau Palembang," ucapnya.
Terkait fluktuasi harga, Distangan mencatat harga daging sapi segar di pasar saat ini berada di kisaran Rp160.000 hingga Rp165.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam sudah menyentuh harga Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram seiring meningkatnya konsumsi masyarakat.
Pemerintah berharap kenaikan harga ini tidak melambung tinggi melampaui tren tahun-tahun sebelumnya agar tidak memberatkan daya beli warga. Meski biaya transportasi menjelang Lebaran cenderung naik, koordinasi dengan pelaku usaha terus dilakukan untuk menjaga harga tetap rasional.
Aspek kesehatan hewan juga menjadi prioritas utama, terutama dalam mengantisipasi penyakit seperti PMK dan LSD pada ternak yang masuk dari luar pulau. Therissia memastikan kondisi ternak di Beltim saat ini terpantau aman meskipun sempat ditemukan kasus ringan yang langsung ditangani dengan prosedur pemotongan paksa.
"Kesehatan hewan aman. Kemarin memang sempat ada temuan gejala karena masa inkubasi virus, tapi karena ternak sudah divaksin, kita sarankan segera dipotong agar tidak menyebar," ungkapnya.
Sebagai langkah perlindungan konsumen, masyarakat diimbau untuk lebih jeli dalam membeli daging segar dengan mengutamakan produk hasil pemotongan RPH. Hal ini dikarenakan setiap proses pemotongan di RPH berada di bawah pengawasan langsung petugas kesehatan hewan guna menjamin kualitas daging.
Ia menekankan pentingnya kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) dalam setiap daging yang beredar di masyarakat. Dengan memilih daging dari RPH, warga mendapatkan jaminan bahwa hewan yang dipotong benar-benar dalam kondisi sehat dan sesuai syariat.
"Harapan kita masyarakat memilih daging yang dipotong di RPH karena pengawasannya lebih terjamin sehingga dagingnya benar-benar halal dan sehat untuk dikonsumsi," pungkasnya. (z1)
Dijual Rp120 Ribu per Kilogram
KEPALA Bagian Ekbang Setda Belitung Timur, Tri Astuti Ramadhani Haliza, mengungkapkan, tahun ini pemerintah menyediakan total 18,7 ton atau setara 18.700 kilogram daging sapi beku. Stok melimpah ini didatangkan langsung dari Bekasi melalui kerja sama dengan Bulog Tanjungpandan guna memastikan kebutuhan warga tercukupi. "Tahun ini kita sediakan 18,7 ton daging sapi beku yang didatangkan dari Bekasi melalui Bulog," ujarnya.
Untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, daging beku berkualitas tersebut akan dijual dengan harga Rp120.000 per kilogram. Harga ini dinilai jauh lebih terjangkau dibandingkan harga daging sapi segar di pasar yang mulai merangkak naik.
Mekanisme penyaluran akan dilakukan secara tersebar di delapan titik distribusi yang mencakup tujuh kecamatan di Belitung Timur ditambah satu titik di Kantor Bupati. Warga yang telah mendaftar melalui desa masing-masing dapat mengambil pesanan mereka di kantor camat setempat pada waktu yang ditentukan.
"Penyaluran kami bagi di 8 titik. Jadi nanti dari desa langsung mengambil ke kecamatan masing-masing untuk diteruskan ke masyarakat yang sudah memesan," ucapnya.
Pemerintah juga memberlakukan aturan ketat dengan membatasi pembelian maksimal 5 kilogram per orang guna menghindari praktik penjualan kembali. Meski begitu, berdasarkan data pesanan yang masuk dari desa, mayoritas warga rata-rata memesan sebanyak 2 hingga 3 kilogram saja.
Terkait jadwal distribusi, diperkirakan daging akan mulai disalurkan pada minggu ketiga bulan Ramadan atau sekitar pertengahan Maret 2026. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak perlu menyimpan daging terlalu lama di rumah sebelum hari raya tiba. "Estimasi distribusi di minggu ketiga puasa, antara tanggal 9 sampai 13 Maret, tergantung jadwal kedatangan kapal kargo PT Pos," ungkap Tri. (z1)