Tinggalkan Bayi di Gerobak Nasi Uduk, Pelaku Tulis Surat: Anggap Anak Sendiri
Kiki Novilia March 05, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Sosok pelaku yang meninggalkan bayi berinisial AR di dalam gerobak nasi uduk menyelipkan sepucuk surat. Ia memohon supaya yang menemukannya bisa merawat seperti anak sendiri. 

Surat itu ditulis oleh pelaku yang diduga kakaknya berinisial Z (12). Ia mengaku bahwa ibu mereka sudah meninggal dan terpaksa meninggalkan adiknya demi mendapat kehidupan yang lebih baik. 

“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan. Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, terima kasih,” tulis surat tersebut.

Sebelumnya warga digegerkan dengan penemuan bayi perempuan di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (3/3/2026).

Namun, warga mencurigai sosok tersebut bukanlah kakak sang bayi. Warga bernama Ati (53) mengaku melihat pria dewasa membawa tas hitam selang satu jam sebelum bayi ditemukan.

Baca juga: Isi Surat Kakak yang Diduga Tinggalkan Bayi Baru Lahir di Gerobak Nasi Uduk

“Bukan (anak-anak), orang dewasa. Ada orang lewat kayak bapak-bapak gitu, nenteng tas item. Sekitar jam 16.30 WIB,” kata Ati ditemui di lokasi bayi ditinggalkan, dikutip dari Kompas pada Kamis (5/3/2026).

Selain itu, polisi masih mencari sosok Z, bocah 12 tahun yang mengaku sebagai kakak dari bayi yang ditinggalkan di gerobak nasi uduk. 

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran pengakuan Z dalam surat yang ditinggalkan bersama bayi perempuan itu.

“Belum ada (hasilnya), masih dalam pencarian,” kata Anggiat saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Penemuan Bayi

Mulanya, suara tangis bayi terdengar oleh warga bernama Dinda (20) yang sedang berada di lantai dua rumahnya.

Ia pun mencari sumber suara dan menemukan tas belanja belanja berisi bayi beserta perlengkapannya di dalamnya.

Lantas Dinda memanggil ibunya untuk mengamankan bayi itu ke dalam rumah sebelum memanggil pihak yang berwajib.

“Kemudian saksi cek kedalam tas belanja tersebut melihat seorang bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka beruang warna biru dan diselimuti baby blanket,” kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela dalam keterangannya, Selasa.

Bersama bayi itu, ditemukan susu bayi kemasan kotak merah, tisu basah, sarung tangan biru, dan secarik kertas.

Pada kertas dituliskan bahwa bayi itu telah diberi nama dengan inisial AR yang baru lahir pada Senin (2/3/2026) lalu.

Sementara itu, bayi yang ditemukan dengan kondisi agak kuning tersebut telah dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu.

Bayi tersebut selesai menjalani perawatan intensif dan langsung diserahkan ke Panti Balita di Cipayung, Jakarta Timur.

“Karena bayinya agak kuning dan sekarang sudah sehat,” kata Kasudin Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan, dihubungi terpisah, Kamis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.