BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Nelayan Kotabaru yang sempat dikabarkan hilang selama kurang lebih sepekan saat mencari ikan di laut akhirnya pulang dengan selamat.
Ridwan (71) dijemput haru saat tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kamis (5/3/2026) siang.
Warga asal Tanjung Selayar, Kecamatan Pulaulaut, Kabupaten Kotabaru ini sebelumnya dinyatakan hilang di kawasan perairan Sebuku sebelum akhirnya berhasil ditemukan nelayan lain dan diselamatkan.
Ridwan dinyatakan hilang setelah turun melaut Senin (23/2/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, namun hingga pukul 20.00 Wita, korban tak kunjung kembali ke rumah.
Pencarian pun dilakukan oleh Basarnas dan gabungan, namun hingga beberapa hari pencarian, tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Cek Lokasi Rumah Warga Terdampak Puting Beliung di Sungai Tabuk, BPBD Banjar Salurkan Bantuan
Akhirnya, kabar baik datang ketika seorang nelayan asal Sulawesi menemukan Ridwan terombang-ambing di tengah laut bersama kapal. Kemudian ia ditarik hingga sampai di daratan Sulawesi dengan selamat.
Meskipun pulang tanpa kapal miliknya, Ridwan dipulangkan ke Kalsel melalui jalur udara dan tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor pada Kamis (5/3/2026) siang. Ia tiba sendirian dengan kondisi badan cukup sehat.
Kedatangan nelayan Kotabaru ini pun disambut oleh kerabat hingga rombongan Anggota Komisi II DPRD Kotabaru dan BPBD Kotabaru.
Setibanya di Kalsel, Ridwan mengungkapkan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berusaha mencari dirinya dan yang menemukannya.
“Terima kasih banyak kepada semuanya atas bantuannya,” katanya dengan senyum bahagia.
Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi yang menjemput Ridwan di bandara mengungkapkan rasa syukurnya karena warganya pulang dengan selamat setelah sempat dinyatakan hilang saat melaut.
Ia juga berharap, kapal milik Ridwan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan saat ini masih di Sulawesi bisa dipulangkan ke Kotabaru.
“Karena waktu beliau hanyut kapalnya terbawa ke sana (Sulawei), harapannya kami Komisi II pemerintah mungkin bisa kasih bantuan kembali kapal ke beliau,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/rizki fadillah)