TribunGayo.com - Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap aman dan terbuka bagi kapal-kapal internasional, meski konflik di kawasan.
Baca juga: Gencatan Senjata Iran-Israel Berlaku, Gaza Justru Kian Menderita
“Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka,” kata Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi yang dikutip dari Kompas.com pada Kamis (5/3/2026).
Boroujerdi, menyatakan bahwa Iran hanya memberlakukan aturan navigasi khusus selama masa perang, sehingga kapal yang mematuhi protokol bisa melintas tanpa masalah.
“Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” tegas dia.
Boroujerdi menekankan bahwa keamanan Selat Hormuz adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk Iran sendiri.
“Keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara, di mana Iran juga termasuk di dalamnya, atau sama sekali tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di sana,” ujar dia.
“Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz, harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah, kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” tambah dia.
Baca juga: Dihantam Rudal Iran Ribuan Warga Israel Tuntut Netanyahu Ganti Rugi!
Diketahui, ketegangan di kawasan meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026) pagi.
Serangan tersebut memicu Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan status darurat untuk mengantisipasi serangan balasan Iran.
Berdasarkan laporan media internasional, terjadi ledakan di beberapa titik di Teheran, termasuk di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Keterlibatan Amerika Serikat juga disebut-sebut dalam operasi tersebut, seiring dengan pengerahan armada militer besar untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari dan tujuh hari libur nasional sebagai penghormatan terhadap pemimpin tertinggi tersebut.
Dikutip dai Kompas.com, Selat Hormuz adalah selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Secara geografis, selat ini berada di antara Iran di utara dan Oman di selatan.
Pada titik tersempitnya, lebar selat ini hanya sekitar 33 kilometer, dengan jalur pelayaran efektif dua arah masing-masing sekitar 3 kilometer.
Lokasi ini membuat Selat Hormuz sangat strategis sekaligus rawan.
Selat ini menjadi satu-satunya pintu keluar minyak dari negara-negara Teluk menuju Asia dan Eropa, seperti:
Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia, atau sekitar 20 juta barrel per hari, serta hampir 20 persen gas alam cair (LNG) global melewati jalur ini. (*)
Baca juga: Iran dan Israel Sepakat Gencatan Senjata, Dunia Terhindar dari Ancaman Perang Dunia III