TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Outlet terbaru Roti Romi yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, mendadak menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial akibat rentetan keluhan dari para pelanggan.
Masalah ini mencuat setelah akun Instagram @infoboga.id merangkum berbagai kekecewaan warga dalam unggahan yang dilansir pada Kamis (5/3/2026), dengan tajuk "Roti Romi Kecewakan Pelanggan: Dari Lalat di Minuman Hingga Plating Kumuh".
Kekecewaan pelanggan bermula dari masalah manajemen reservasi yang dinilai berantakan.
Banyak warga mengeluhkan bahwa mereka sudah memesan tempat jauh-jauh hari, namun setibanya di lokasi, mereka justru tidak mendapatkan kursi dan meja.
Ironisnya, bagi pelanggan yang akhirnya mendapatkan meja, masalah tidak berhenti di situ karena pesanan makanan mereka tak kunjung keluar dari dapur.
Kondisi semakin memburuk ketika isu higienitas mulai mencuat. Seorang pelanggan mengunggah foto segelas es teh yang kemasukan lalat hijau besar.
Tak hanya itu, penampilan menu nasi katsu dan nasi sei sapi yang disajikan dianggap jauh dari ekspektasi karena porsinya yang tidak lazim.
Keluhan paling serius mengarah pada proses penyajian (plating) makanan, di mana terdapat bukti foto yang menunjukkan makanan ditaruh di lantai saat disiapkan di sebuah ruangan.
Menanggapi gelombang protes tersebut, Lilysan Wijaya selaku pemilik Roti Romi angkat bicara.
Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas segala ketidaknyamanan yang terjadi di outlet terbarunya itu.
Menurut Lily, situasi di Roti Romi Menteng sempat kehilangan kendali akibat lonjakan pesanan yang di luar prediksi tim manajemen.
Lily menjelaskan bahwa pihaknya awalnya hanya memperkirakan ratusan pesan reservasi yang akan masuk.
Namun, kenyataannya ribuan pesan membanjiri nomor WhatsApp utama restoran dalam waktu singkat.
Lonjakan trafik yang luar biasa ini bahkan menyebabkan nomor WhatsApp operasional mereka terblokir oleh sistem karena dianggap sebagai pesan sampah atau spam.
"Selama hampir satu hari kami tidak dapat mengakses ribuan data penting customer di nomor WA tersebut. Pemblokiran ini terjadi tepat last-minute sebelum hari reservasi overbooking tersebut, yang membuat koordinasi menjadi sangat sulit," ungkap Lily kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2026).
Pihak manajemen sempat melaporkan pemblokiran tersebut ke pihak WhatsApp, namun akses tidak bisa langsung dipulihkan.
Akibat terputusnya komunikasi data pelanggan tepat di waktu krusial, operasional di lapangan pun menjadi kacau.
Lily mengakui bahwa kapasitas meja, kursi, hingga kesiapan dapur tidak mampu menampung jumlah tamu yang membeludak dalam waktu bersamaan, terutama saat jam berbuka puasa.
Kondisi operasional yang overload tersebut diakui Lily berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang menurun drastis.
Ia tidak menampik bahwa banyak hal yang terjadi di lapangan akhirnya tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar pelayanan Roti Romi yang biasanya.
"Kami sangat menyesal karena kondisi ini menyebabkan beberapa hal tidak berjalan sesuai SOP. Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," pungkas Lily sambil berterima kasih atas antusiasme besar para pelanggan terhadap cabang terbarunya.
Sumber: Kompas.com