Selebgram Ruce Nuenda baru-baru ini menyampaikan permintaan maaf setelah dirinya beraktivitas di luar rumah saat sakit campak. Aksinya sempat menuai sorotan dan banyak teguran netizen.
Di luar kasus tersebut, Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, menjelaskan campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus, yaitu virus RNA yang dapat menyebar dengan sangat mudah.
Menurut Andi, gejala utama campak biasanya diawali dengan demam, yang kemudian disertai ruam kemerahan pada kulit atau ruam makulopapular. Gejala lain yang sering muncul antara lain batuk, pilek, konjungtivitis atau mata merah dan berair, rasa gatal pada kulit, hingga kadang disertai diare.
"Dan penularannya melalui droplet dan airborne transmission. Jadi melalui percikan air liur atau ludah. Dari orang yang terkena campak kepada orang lain, terutama saat batuk bersin," ucapnya dalam konferensi pers, Kamis (26/2/2026).
Ia menambahkan, masa inkubasi campak umumnya berkisar antara 7 hingga 18 hari, dengan rata-rata sekitar 10 hari sejak seseorang terpapar virus hingga munculnya gejala.
Tren Campak di RI
Sementara itu, lanjut Andi, tren kasus suspek campak dilaporkan meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada Januari 2024 tercatat sekitar 2.000 kasus, naik menjadi 5.000 kasus di Januari 2025, dan melonjak menjadi 7.060 kasus pada Januari 2026.
"Memang terjadi kenaikan jumlah kasus, dan secara year on year Januari 2026 lebih tinggi," ujarnya.
Meski begitu, hingga 23 Februari 2026 tercatat 1.164 kasus dan diharapkan tidak meningkat tajam.
Sepanjang 2025, tercatat 116 KLB campak di 89 kabupaten/kota pada 16 provinsi, dengan total 63.760 kasus suspek dan 69 kematian (CFR 0,1 persen). Lima provinsi dengan KLB terbanyak adalah Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Memasuki 2026, hingga minggu ke-7 terdapat 8.224 kasus suspek, 572 terkonfirmasi, dan 4 kematian, dengan CFR 0,05 persen. "Artinya secara fatalitas kita lebih baik," kata Andi. Lima provinsi dengan KLB terbanyak tahun ini yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Sebelumnya, selebgram Ruce Nuenda menjadi sorotan warganet setelah diketahui tetap beraktivitas di luar rumah, termasuk berolahraga di fasilitas umum, dalam kondisi terinfeksi campak. Kejadian ini viral di media sosial pada Rabu (4/3/2026) dan memicu gelombang kritik luas dari publik.
Sebagian menilai tindakan tersebut berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain, terutama kelompok yang lebih rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Setelah ramai diperbincangkan, Ruce Nuenda pun menyampaikan permohonan maaf terkait tindakannya yang tetap beraktivitas di luar rumah saat sedang sakit.
Ia menjelaskan sebelumnya sudah memeriksakan diri ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan bahkan sempat mengajukan permintaan untuk dirawat. Namun, dokter menyatakan kondisinya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.
Ruce juga mengakui baru menyadari dirinya seharusnya tidak keluar rumah, termasuk untuk berolahraga, setelah menerima banyak teguran dari warganet.
"Teman-teman, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya apabila tindakan saya tadi dinilai kurang tepat," sebut Ruce melalui pernyataan yang dibagikan di Instagram Story, dilihat detikcom Rabu (4/3/2026).







