Hati-hati! Pengering Tangan Udara Ternyata Bisa Menyebarkan Bakteri
GH News March 05, 2026 09:10 PM
Jakarta -

Pengering tangan udara kerap ditemukan di tempat umum seperti mall dan restoran. Namun, apakah pengering tangan aman dari bakteri? Studi ungkap faktanya!

Selama ini, kita telah diajarkan untuk mencuci tangan sampai bersih dengan sabun. Seiring waktu, cuci tangan bisa dilakukan dengan pengering udara atau mengelap menggunakan tisu.

Lantas benarkah pengering tangan udara meningkatkan bakteri?

Fakta di Balik Mesin Pengering Tangan Udara

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin pengering setelah mencuci tangan, justru menyebarkan kembali kuman dan bakteri ke telapak tangan. Studi yang terbit di Journal of Applied Microbiology (2010), mengungkap fakta terkait kulit manusia yang tidak sesuai dengan pemahaman secara umum.

Dalam studi yang dipimpin oleh Dr Anna Snelling dari Universitas Bradford, 14 partisipan dianalisis saat menggunakan tiga mesin pengering tangan berbeda. Mereka diminta untuk mencuci tangan lalu mengeringkannya di mesin selama 15 detik, sambil menggosok kedua tangan, dan sekali dalam posisi diam.

Hasilnya menunjukkan bahwa dengan menggosokkan tangan dapat meningkatkan 18 persen bakteri. Sementara, jika tangan tetap diam di atas udara hangat, jumlah bakteri justru menurun sebanyak 37 persen. Hal ini bukan berarti menggunakan pengering tangan itu baik digunakan setiap saat.

"Saat Anda menggosok tangan, Anda membawa banyak bakteri ke permukaan dari pori-pori kulit Anda," ujar Snelling, yang dikutip dari ZME Science, Kamis (5/3/2026).

Apa yang terjadi pada pengering tangan udara, disebut sebagai "ketapel pembawa bakteri". Dalam studi dari Universitas Westminster terdapat jejak bakteri pada penggunaan pengering udara hangat tradisional dan pengering udara jet berkecepatan tinggi.

Para peneliti menemukan bahwa pengering udara jet berkecepatan tinggi meningkatkan jumlah bakteri sampai 42 persen. Sementara pengering konvensional mampu meningkatkan jumlah bakteri hingga 194 persen.

Pengering Udara Berkecepatan Tinggi Bisa Menyebarkan Virus

Temuan lain dalam studi yang terbit di Journal of Hospital Infection (2015), mengungkap hal yang lebih buruk terkait pengering udara berkecepatan tinggi yang mampu menyebarkan partikel virus 190 kali lebih banyak dari tisu. Semburannya, bahkan dapat mencapai kejauhan hampir tiga meter.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pengering udara sejatinya bukanlah alat pembersih. Alat tersebut dianggap lebih mirip seperti 'badai virus' yang mengubah patogen menjadi kabut halus yang menyebar di udara.

Kesimpulan ini juga sejalan dengan sejumlah penelitian lain, bahkan beberapa peneliti tidak menyarankan pengering udara jet digunakan di rumah sakit.

Apa yang Lebih Efektif untuk Mengeringkan Tangan?

Berdasarkan meta-analisis komprehensif oleh Mayo Clinic, yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings melibatkan 12 studi berbeda untuk menemukan jawabannya.

"Dari sudut pandang kebersihan, tisu kertas lebih unggul. Tisu kertas sebaiknya direkomendasikan di tempat-tempat di mana kebersihan sangat penting, seperti rumah sakit dan klinik," tulis para peneliti.

Tisu mengandalkan gesekan untuk mengeringkan sesuatu, bukan seperti pengering yang menggunakan udara. Secara fisik tisu terbukti mampu menyeka bakteri dan virus yang tersisa setelah mencuci tangan.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Snelling, tisu bahkan menghilangkan sebagian bakteri, meski kedua tangan digosokkan dengan kuat. Tisu tidak hanya mengeringkan, tapi juga membersihkan.

Jadi, secara umum, meski pengering tangan udara lebih canggih, tetapi tisu lebih efektif. Dalam hal ini, pengering udara berdaya listrik yang dianggap solusi dari limbah kertas tisu, justru memudahkan bakteri untuk menyebar dan menimbulkan penyakit.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.