Curiga Takjil Berwarna Mencolok, Dinkes Kota Yogya Temukan Gulali Mengandung Rhodamin B 
Joko Widiyarso March 05, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu sampel makanan jenis gulali di Kampung Ramadan Jogokariyan, Kota Yogyakarta, dinyatakan positif mengandung Rhodamin B.

Temuan zat pewarna tekstil yang dilarang keras digunakan untuk konsumsi manusia ini ditemukan dalam pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Kamis (5/3/26).

Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, mengungkapkan, timnya melakukan sampling dan uji cepat menyasar jajanan di pasar sore idola masyarakat berburu takjil tersebut.

Secara keseluruhan, jelasnya, terdapat 19 jenis makanan yang diambil oleh petugas, untuk diboyong dan diperiksa lebih lanjut, di Kantor Kelurahan Mantrijeron.

"Setelah diperiksa, ternyata ada satu sampel, yakni gulali, yang mengandung Rhodamin B. Ini zat pewarna yang tidak diperbolehkan untuk makanan," ujarnya.

​Tim gabungan yang terjun ke lapangan kali ini terdiri dari lintas instansi, mulai Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan, serta BBPOM Yogyakarta.

​Emma menjelaskan, fokus sampling menyasar makanan-makanan yang secara tampilan fisik tampak mencurigakan, terutama yang berwarna mencolok.

​"Yang kami curigai itu yang warnanya mencolok, juga yang kemungkinan mengandung boraks atau pengenyal. Tadi ada mie pentil juga yang kami cek karena warnanya itu kuning sekali," imbuhnya.

​Selain gulali dan mie, sampel yang diperiksa meliputi berbagai kudapan populer seperti bakso pentol, sempol, es buah, nasi cumi, nasi teri, ketupat, hingga penganan tradisional cenil.

​Kabar baiknya, meski ditemukan zat pewarna pada gulali, sampel protein yang biasanya rawan penyalahgunaan bahan pengawet justru dinyatakan aman.

​"Alhamdulillah, untuk ikan, cumi, dan bakso, yang biasanya rawan formalin, yang kami periksa hari ini hasilnya negatif. Semuanya aman," ungkap Kadinkes.

​Terkait temuan gulali ber-Rhodamin B tersebut, pihaknya segera melakukan pembinaan intensif kepada pedagang yang bersangkutan melalui Puskesmas Mantrijeron dan pihak Kelurahan.

​Dinkes juga akan berkoordinasi dengan panitia Kampung Ramadan Jogokariyan untuk memastikan setiap pedagang yang terdaftar mendapatkan edukasi mengenai keamanan pangan.

​"Nanti kami bina lewat Puskesmas Mantrijeron. Kami juga koordinasi dengan panitia, supaya pedagang paham risikonya. Harapannya, jangan sampai warga mengonsumsi makanan tidak sehat," tegasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.