TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah melonjaknya harga bawang merah di tingkat petani yang menembus Rp40.000 per kilogram, gelaran Bazar Ramadan 2026 menjadi oase bagi pelaku usaha pangan lokal untuk menjaga perputaran arus kas.
Dalam bazar yang dibuka di Pendapa Wiyatapraja, Kamis (5/3/2026), para petani dari kelompok tani mandiri seperti Sido Makmur Parangtritis memanfaatkan momentum ini untuk memasarkan hasil bumi langsung kepada masyarakat guna memajukan kelompok sekaligus menjaga stabilitas ekonomi warga.
Kenaikan harga komoditas pangan, khususnya bawang merah kering, menjadi tantangan tersendiri di awal Ramadan tahun ini.
Namun, kehadiran puluhan gerai (tenant) dalam bazar yang diinisiasi oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DIY ini memberikan ruang napas bagi produsen dan konsumen melalui skema transaksi langsung.
Tri Sumarsini, penjual bawang merah dari Kelompok Tani Sido Makmur Parangtritis, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan di bazar ini membuktikan antusiasme masyarakat terhadap pangan lokal tetap kuat meski harga di pasar sedang bergejolak.
Tri, yang telah aktif dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak 2023, mencatat penjualan yang signifikan dalam waktu singkat.
“Alhamdulillah. Hari ini bawa bawang merah 60 sampai 70-an kilo, tinggal sisa sekitar 10-an kilo. Yang penting sudah laku semua saja,” ujar Tri saat menjelaskan kondisi stok dagangannya.
Terkait kondisi harga terkini, Tri mengonfirmasi adanya tren kenaikan yang cukup tajam. “Ini melonjak, naik. Yang (bawang merah) kering itu sampai Rp 40 ribu,” tuturnya.
Adapun dalam Bazar Ramadan ini Tri menjual bawang merah hasil panennya dari wilayah Parangtritis, Bantul, seharga Rp 30 ribu.
Ia menambahkan bahwa kemandirian kelompoknya saat ini tak lepas dari bantuan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang diterima sejak 2019, yang kini terus berlanjut melalui keikutsertaan rutin di pasar-pasar pemerintah.
Bazar bertema “Langkah Emas Yogyakarta Berhaji” ini secara resmi dibuka dengan kehadiran Ketua TP PKK DIY GKR Hemas, Wakil Ketua TP PKK DIY GKBRAA Paku Alam, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Srie Nurkyatsiwi, serta Area Manager BSI Yogyakarta Muhammad Taqiyuddin.
Membacakan sambutan Wakil Gubernur DIY, Srie Nurkyatsiwi menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar ruang transaksi rutin, melainkan strategi besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
“Melalui event yang sangat luar biasa ini kita tidak hanya menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berbagi kebaikan di bulan yang penuh berkah yaitu bulan suci Ramadan. Tetapi juga membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produknya. Hal ini tentu menjadi langkah penting dalam menggali potensi ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” ujar Siwi.
Ia menambahkan bahwa semangat kegiatan ini sejalan dengan tema Hari Jadi DIY ke-271, “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”. “Semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia dapat terus dipelihara dan diperkuat melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” jelasnya.
Bazar ini juga menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026.
Ketua TP PKK DIY, GKR Hemas, menegaskan pentingnya kolaborasi produktif yang menghubungkan pemberdayaan ekonomi dengan perencanaan masa depan masyarakat.
“Hari ini adalah contoh nyata kolaborasi yang produktif menghubungkan pemberdayaan ekonomi, nilai-nilai spiritual Ramadan, serta perencanaan masa depan yang lebih baik,” tutur GKR Hemas.
Lebih lanjut, Wakil Ketua DPD RI tersebut menyatakan, “Melalui Bazar ini juga kita memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ekonomi rumah tangga.”
Dukungan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam acara ini juga bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah.
Area Manager BSI Yogyakarta, Muhammad Taqiyuddin, menjelaskan bahwa niat menuju Tanah Suci dapat dipersiapkan sejak dini melalui perencanaan keuangan yang matang.
“Melalui sinergi ini kami berharap BSI tidak hanya menjadi sahabat finansial, tetapi juga sahabat spiritual dan sosial bagi seluruh masyarakat Yogyakarta khususnya ibu-ibu penggerak ekonomi keluarga,” pungkas Taqiyuddin.
Penyelenggaraan Bazar Ramadan 2026 ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pelaku usaha kecil untuk tetap produktif, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak di tengah dinamika ekonomi global.