1,7 Juta Penumpang KAI Gunakan Face Recognition Awal 2026
Dwi Rizki March 05, 2026 09:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mendorong transformasi layanan berbasis teknologi melalui pemanfaatan sistem face recognition di stasiun.

Pada periode Januari–Februari 2026, tercatat 1.707.942 pelanggan memanfaatkan fasilitas ini saat proses boarding.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 1.637.612 pelanggan, menunjukkan semakin luasnya adopsi teknologi digital dalam perjalanan kereta api.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penggunaan face recognition membuat proses keberangkatan semakin praktis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Pelanggan tidak lagi perlu mencetak tiket fisik karena proses verifikasi identitas dilakukan secara otomatis melalui sistem yang terintegrasi dengan data perjalanan.

Baca juga: Dinyatakan Sehat, Bayi Malang yang Ditemukan di Pejaten Jaksel Kini Dirawat di Panti Balita

Dari sisi efisiensi, penggunaan face recognition pada Januari–Februari 2026 telah menggantikan kebutuhan pencetakan 1.707.942 tiket.

Dengan asumsi satu roll kertas tiket sepanjang 72 meter menghasilkan sekitar 400 tiket dengan harga Rp14.765 per roll.

Maka penggunaan teknologi ini telah menghemat sekitar 4.270 roll tiket atau setara dengan lebih dari Rp63 juta biaya pengadaan kertas tiket dalam dua bulan pertama tahun ini.

Efisiensi tersebut juga terlihat dalam tren tahunan. Sepanjang 2025, layanan face recognition digunakan oleh 11.302.756 pelanggan, setara penghematan sekitar Rp417,2 juta dari kebutuhan kertas tiket.

Pada 2024, penggunaan oleh 7.170.939 pelanggan menghasilkan efisiensi sekitar Rp264,7 juta, sementara pada 2023 dengan 2.935.855 pelanggan menghasilkan efisiensi sekitar Rp108,3 juta.

Data ini menunjukkan peningkatan signifikan pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kereta api dari tahun ke tahun.

Selain efisiensi biaya, face recognition juga membawa dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan.

Setiap tiket memiliki panjang sekitar 18 cm, sehingga penggunaan teknologi ini pada Januari–Februari 2026 telah mengurangi kebutuhan kertas tiket sepanjang sekitar 307 kilometer.

Pengurangan penggunaan kertas ini penting karena bahan baku kertas berasal dari serat kayu pohon, sehingga semakin sedikit tiket yang dicetak berarti semakin kecil pula kebutuhan pemanfaatan sumber daya alam untuk produksi kertas.

Anne menambahkan bahwa transformasi digital yang dilakukan KAI diarahkan untuk menghadirkan perjalanan yang lebih cepat, aman, dan efisien sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Proses boarding menjadi lebih ringkas karena pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun identitas tambahan.

Saat ini layanan face recognition telah tersedia di 22 stasiun, antara lain Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Pekalongan, Tegal.

Selanjutnya, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta (Tugu), Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Jember, Medan, dan Kediri.

 Keberadaan fasilitas ini memudahkan pelanggan di berbagai kota besar untuk menikmati proses perjalanan yang semakin praktis.

“Pemanfaatan face recognition menunjukkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus menghadirkan efisiensi operasional serta penggunaan sumber daya yang lebih bijak. KAI akan terus memperluas pemanfaatan teknologi ini agar perjalanan kereta api semakin mudah, cepat, dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Anne.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.