Soal Mediasi Iran-AS, Dubes Iran: Kami Tak Percaya Negosiasi, Kami Bereskan Musuh di Lapangan Perang
Whiesa Daniswara March 05, 2026 09:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengaku upaya mediasi yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto atau Pemerintah Indonesia kepada Iran dengan Amerika Serikat (AS) telah disampaikan kepada Pemerintah Iran.

Namun Boroujerdi menegaskan, Iran saat ini tidak akan melakukan mediasi atau negosiasi dalam bentuk apapun dengan pihak musuh.

“Usulan dari pemerintah Indonesia telah disampaikan, telah disampaikan. Kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apapun dengan kaum-kaum musuh,” kata Boroujerdi dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (5/3/2026), dilansir Kompas TV.

Boroujerdi menuturkan, Iran sudah tidak bisa lagi percaya dengan upaya negosiasi untuk menyelesaikan perang antara Iran vs AS-Israel yang masih terjadi hingga saat ini.

Karena sebelumnya Iran sudah pernah melakukan tiga kali negosiasi, tapi hasilnya tak sesuai yang diharapkan.

Negosiasi itu selalu berujung pada serangan dari pihak musuh kepada Iran.

Oleh karena itu, Iran kini sudah tak ingin lagi percaya dengan upaya negosiasi tersebut.

“Dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi."

"Kami telah tiga kali melakukan negosiasi dan hasilnya adalah di tengah atau di ujung negosiasi negara kami telah diserang,” tegas Boroujerdi.

Boroujerdi juga menekankan, untuk kali ini Iran tak akan maju di meja perundingan, melainkan akan membereskan musuh di lapangan perang.

"Untuk kali ini kami akan membereskan pihak musuh di lapangan perang," imbuh Boroujerdi.

Baca juga: Dubes Iran Bantah Klaim CENTCOM Soal Merosotnya Kemampuan Rudal: Medan Perang yang Akan Tentukan 

Terkait apa balasan Iran atas serangan musuh, baik dari pihak AS atau Israel, Boroujerdi meminta publik menyaksikan sendiri balasan apa yang diambil Iran di lapangan.

"Berkaitan dengan akan dalam bentuk apa respons dan balasan Iran kepada kaum musuh, kita harus menyaksikan di lapangan."

"Mari kita menyaksikan di lapangan, langkah balasan yang akan diambil oleh Iran," terang Boroujerdi.

Baca juga: Rusia: AS-Israel Sengaja Ingin Menyeret Bangsa Arab ke Dalam Perang Iran

Prabowo Siap Mediasi Konflik AS-Israel vs Iran

PRABOWO DI AS - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, AS, pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
PRABOWO DI AS - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, AS, pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat. (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan siap terbang ke Teheran untuk menjadi juru damai antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri, Indonesia mengajukan diri untuk menjadi fasilitator dialog para pihak yang berkonflik.

"Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi," tulis Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya, Sabtu (28/2/2026).

Indonesia menyesalkan kegagalan perundingan Amerika Serikat dengan Iran sehingga konflik bersenjata kembali meletus.

Kementerian Luar Negeri pun menyerukan agar semua pihak yang terlibat menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi.

Baca juga: Iran Kian Genting, KBRI Tehran Mulai Evakuasi Seluruh WNI Via Jalur Darat

Prabowo Kirim Surat Belasungkawa Atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran

Selain menyatakan kesiapan menjadi mediator antara Iran dengan Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto juga mengirimkan surat bela sungkawa kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Surat yang ditujukan untuk Masoud Pezeshkian itu berisi ungkapan bela sungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam akun X (Twitter) @Menlu_RI.

Menurut Sugiono, surat tersebut diserahkan saat dirinya bertemu Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, Rabu (4/3/2026).

"Saya juga menyampaikan surat dari @Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam Iran atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran," kata Sugiono dalam unggahannya.

Dalam pertemuan, Sugiono dengan Boroujerdi turut  membahas situasi terkini di Timur Tengah.

"Saya menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta kebutuhan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui diplomasi," katanya.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Adi Suhendi/Muhamad Deni Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.