TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tewasnya pasangan suami istri berinisial MA (56) dan FA (37) kejutkan warga Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Sebab saat pembunuhan terjadi di sebuah rumah kontrakan tempat korban tinggal tak disadari warga.
Warga baru tahu setelah korban ditemukan tak bernyawa di dalam rumah kontrakan tersebut.
Ketua RW sekitar, Miftahudin menjelaskan bahwa warga asal Pakistan tersebut sudah lama tinggal di wilayahnya, terutama korban MA (56).
"Dia di sini sudah lama, ya kira-kira delapan tahun mah ada," kata Miftahudin kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (5/3/2026).
Dia juga mengatakan bahwa dari informasi yang dia dapat, MA ini sudah Warga Negera Indonesia (WNI).
Sebelum memiliki istri yang sekarang, kata Miftahudin, korban ini memang pernah menikah dengan wanita lokal asal Madura.
Namun MA ditinggal wafat oleh istrinya warga Indonesia tersebut, kemudian dia menikah lagi.
"Istrinya itu meninggal, setahun juga belum, dia nikah lagi sama orang Pakistan juga, terus cerai. Nikah lagi sama yang ini yang ikut dibunuh, cuman yang ini mah belum menjadi WNI," kata Miftahudin.
Namun kata dia, status WNI para korban ini baru sebatas informasi, bukan laporan langsung kepadanya selaku RW.
Setahu Miftahudin, setelah tiga kali menikah itu, korban MA juga belum dikaruniai anak.
"Belum punya anak dia," kata Miftahudin.
Keseharian korban MA ini, kata dia, memang berjualan di sekitar Pasar Cisarua.
Baca juga: Kronologi Pasutri Pakistan Dibunuh di Puncak Bogor, Jasadnya di Bandung, Skenario Pelaku Terbongkar
Korban berjualan bahan-bahan makanan khas Timur Tengah.
Korban MA di mata tetangga juga biasa terlihat kerap berangkat pagi dan pulang malam setiap hari serta gerbang rumah tempat tinggalnya selalu tertutup.
Motif di balik pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati korban karena sering dimarahi hingga dituduh mencuri oleh bosnya.
Pembunuhan terjadi pada Minggu (1/3/2026) kemudian jasadnya dibuang di dalam minibus milik korban ke kawasan Padalarang Bandung pada Senin (2/3/2026).
Pelaku berhasil diamankan pada Selasa (3/3/2026) dini hari.
Terungkapnya aksi pembunuhan keji itu bermula dari kecurigaan warga yang melihat toko rempah milik korban di Pasar Cisarua tutup.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, masyarakat tersebut yang penasaran pun mengunjungi rumah korban.
"Masyarakat yang kenal dengan pemiliknya kemudian melakukan pengecekan ke rumahnya. Nah, rumahnya kondisinya kosong, terkunci, namun informasi yang didapatkan awal terdapat bercak darah," ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Karena merasa ada kejanggalan dan sesuatu yang aneh, masyarakat itupun melaporkannya kepada Polsek Cisarua pada Senin (2/3/2026) malam.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, ditemukan adanya indikasi tindak pidana sehingga Polsek Cisarua berkoordinasi dengan Polres Bogor.