Imbas Efisiensi Anggaran, Pasar Lebaran di Sleman Tahun Ini Ditiadakan
Yoseph Hary W March 05, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pasar Lebaran, agenda rutin tahunan di Kabupaten Sleman yang digelar bulan Ramadhan untuk memfasilitasi promosi bagi pelaku UMKM, pada tahun ini ditiadakan. Keputusan ini diambil menyusul kebijakaan efisiensi anggaran pemerintah daerah untuk mendukung program prioritas nasional. 

Kepala Bidang Usaha Mikro, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih mengatakan program strategis nasional memang harus didukung oleh kabupaten/kota seluruh Indonesia sehingga berdampak pada kebijakan efisiensi di daerah. Keterbatasan anggaran ini, membuat pihaknya harus meniadakan program bazar ataupun ekspo bagi pelaku UMKM di Bumi Sembada. 

"Untuk tahun ini (pasar lebaran) tidak ada, karena memang ada program skala prioritas nasional yang harus didukung," kata dia, Kamis (5/3/2026). 

Borong produk UMKM Sleman

Kendati demikian, bukan berarti Pemkab Sleman berdiam diri untuk memberikan keberpihakan bagi UMKM. Menurut Wahyuni, pihaknya tetap mengupayakan geliat ekonomi bagi pelaku UMKM menjelang Lebaran ini melalui Surat Edaran (SE) Bupati Sleman tentang borong bareng produk UMKM Kabupaten Sleman.

Edaran ini menginstruksikan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pimpinan perangkat daerah dan jajarannya, lembaga, perusahaan, perguruan tinggi hingga perangkat kalurahan diharapkan agar membeli kebutuhan Idul Fitri kepada pelaku UMKM Sleman.

Upaya ini dilakukan agar 110.889 pelaku usaha yang terdata di Sleman tetap bisa berpenghasilan meski tanpa adanya bazar ataupun pasar fisik. 

"Teman-teman pelaku usaha itu tidak hanya butuh untuk didampingi, difasilitasi, tetapi yang paling penting teman teman juga butuh untuk dilarisi,"katanya. 

Barcode katalog produk

Mekanisme dari edaran ini, Dinkop UKM menyediakan barcode dan link yang di dalamnya berisi katalog produk yang dijual di masing-masing Forum Komunikasi (Forkom) UMKM tingkat Kecamatan. Barcode ini bisa di-scan bagi calon pembeli untuk mengetahui produk-produk unggulan Sleman. 

Ia mencontohkan, bagi mereka yang sedang mencari olahan salak maka bisa scan barcode untuk mengetahui produk tersebut sekaligus memberikan keleluasaan untuk membeli di kecamatan terdekat atau sesuai kebutuhannya. Begitu juga dengan produk lain termasuk Bakpia, yang produksi asal Sleman disebut tidak kalah dengan daerah lain. 

"Jadi intinya melalui surat edaran ini kami berharap ini bisa membuktikan komitmen Pemkab Sleman untuk memberikan atau menciptakan peluang yang seluas-luasnya bagi teman-teman pelaku usaha. Dan kami juga berharap ada komitmen bersama dari masyarakat untuk mewujudkan UMKM yang naik kelas. Salah satunya adalah naik kelas secara omset," ujar dia.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.