Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Menjelang periode Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan jalur dan fasilitas penunjang operasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan cek lintas menggunakan Lori Dresin Inspeksi pada rute Stasiun Talun hingga Stasiun Tulungagung sebagai langkah antisipasi lonjakan perjalanan mudik.
Kegiatan inspeksi dipimpin langsung Vice President Daop 7 Madiun, Ali Afandi, bersama jajaran manajemen dari berbagai unit. Mulai dari Operasi, Sinyal dan Telekomunikasi, Bangunan Dinas, IT, Kesehatan, Angkutan Penumpang, Fasilitas Penumpang, Jalan Rel dan Jembatan, hingga unsur pengamanan dan humas turut dilibatkan dalam pengecekan tersebut.
Pengecekan lintas ini tak sekadar formalitas. Manajemen memastikan setiap detail prasarana dan pelayanan diperiksa langsung di lapangan. Tim berhenti di sejumlah stasiun untuk melihat kondisi aktual, sekaligus mencocokkan standar operasional dengan kesiapan riil di lapangan.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek teknis hingga pelayanan penumpang. Menurutnya, kesiapan prasarana menjadi kunci utama kelancaran perjalanan kereta selama arus mudik dan balik Lebaran.
"Inspeksi ini merupakan bentuk komitmen kami agar seluruh aset dalam kondisi prima. Kami ingin masyarakat yang mudik merasa aman dan nyaman saat melintas di wilayah Daop 7," kata Tohari, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, 3 Titik Rawan Macet di Kabupaten Malang Jadi Fokus Antisipasi
Dalam pengecekan tersebut, tim menyoroti kondisi wesel, sambungan rel, serta sistem persinyalan di setiap emplasemen. Selain itu, fasilitas penumpang seperti ruang tunggu, toilet, dan area pelayanan turut ditinjau untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan tetap terjaga.
Tak hanya itu, pemeriksaan juga menyasar jembatan kereta api dan sistem drainase di sekitar jalur. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi saat musim penghujan bertepatan dengan masa angkutan Lebaran.
Sebagai bagian dari mitigasi risiko, manajemen menekankan lima poin penting kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis di lapangan, mulai dari pembersihan jalur dan penebangan pohon rawan tumbang, pengecekan kestabilan batu balas dan penambat rel, pemetaan daerah rawan, respons cepat terhadap gangguan, hingga disiplin menjalankan SOP perjalanan.
"Dengan persiapan matang ini, kami siap menyukseskan Angkutan Lebaran 2026. Keselamatan dan ketepatan waktu tetap menjadi prioritas utama dalam semangat Semakin Melayani," tutup Tohari.